Kelurahan Baru Tenggarong “Bersih” dari Pungli

img

TENGGARONG, Tradisi meminta biaya dalam pengurusan  surat atau semacamnya   yang sering terjadi di kalangan  pemerintah yang ada yaitu  Pungutan Liar ( Pungli ), salah satunya warga yang ingin mengurus Tanah mereka baik itu PPAT, segel tanah , dan lain-lain tak jarang warga di minta sejumlah uang untuk memuluskan dan mempercepat proses pengurusan surat-surat di kelurahan tersebut.

Dalam proses pengurusan tersebut, warga di minta sejumlah uang tak sedikit, namun informasi yang sering di berbincangkan di masyarakat di bantah langsung dengan Lurah Kelurahan Baru alias Kampung Baru Tenggarong Syahril

“ Jadi apabila ada pegawai kami yang memasang  harga langsung saja lapor kesaya, agar cepat di proses dan saya akan menegur keras kepada pegawai saya , kalau bisa di berhentikan saja karena tidak sesuai dengan peraturan dengan kesepatan bersama” ujar Syahril saat ditemui Poskota Kaltim  kemarin.

Syahril mengatakan untuk urusan tanah baik itu PPAT, Segel Tanah , dan sertifikat itu tidak ada masang harga tetapi didalam peraturan Perda biaya di bebankan kepada si pemilik tanah.

“Jadi Kalau ada si pemilik tanah memberi kami dengan seikhlasnya kami terima, saya akan menindak apabila terjadi kepada pegawai saya yang mucil atau bandel dengan peraturan tersebut,”katanya*ric/poskotakaltimnews.com