2017 Kaltim Tergetkan Bebas Anjal

img

SAMARINDA-Pemprov Kaltim  melalui Dinas Sosial Provinsi Kaltim menargetkan  tahun 2017 Kaltim bebas anak jalanan (Anjal),  target tersebut tanpa alasan karena Provinsi Kaltim sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Penanganan dan Pemberdayaan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial yang diterbitkan 8 Maret 2016 lalu.
Kepala Dinas Sosial Kaltim Dra Hj Siti Rusmalia Idrus mengatakan dengan adanya Perda tersebut diharapkan 2017 ini Kaltim bebas Anjal. Dan  Perda  tersebut menekankan adanya sanksi, bukan saja yang menerima tetapi sanksi yang memberi uang kepada anak jalanan, sementera kalau ada  Anjal ditangkap akan dilakukan pemberdayaan sesuai bakat yang dimiliki.
"Pemberdayaanya  anak jalanan maupun anak-anak yang  putus sekolah  kita lakukan di Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) di Samarinda," kata  Siti Rusmalia Idrus, Rabu (22/2).
Untuk pembinaannya  Dinas Sosial Kaltim memberikan bantuan pelatihan dan modal, misalnya diberikan pelatihan perbengkelan, jahit-menjahit, dan setelah selesai mengikuti pelatihan, yang bersangkutan diberikan peralatan bengkel, dan peralatan menjahit, dengan demikian meraka bisa mandiri dan tidak lagi turun kejalan, demikian juga mererka yang putus sekolah memiliki keahlian.
"Selain Perda, kita juga bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamomg Praja (Satpol PP) untuk penanggulangan anak jalanan di Kaltim," ujarnya.
Rusmalia juga minta kepada kabupaten/kota kiranya bisa terus mensosialisasikan Perda Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Penanganan dan Pemberdayaan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial kepada masyarakat luas, karena keberadaan anak jalanan itu ada di masing-masing wilayah, sementara Pemprov hanya memfasilitasi dan memberdayakannya di panti.
"Sekarang ini, keberadaan anak jalanan sudah berkurang, setelah diterbitkannya  Perda mereka sudah tidak berani turun jalan, oleh karena itu kita harapkan mereka sudah sadar,"  pesan Siti Rusmalia. (m4r - poskotakaltimnews.com)