Rp20 Miliar untuk Seragam Gratis, Pemkab Berau Ringankan Beban Orang Tua di Awal Sekolah

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Awal tahun ajaran kerap menjadi masa paling berat bagi orang tua murid. Biaya seragam, perlengkapan sekolah, hingga kebutuhan penunjang lainnya sering kali menumpuk dalam waktu bersamaan. Menjawab kondisi itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menghadirkan program seragam sekolah gratis dengan mengalokasikan anggaran sekitar Rp20 miliar dari APBD.

 

Adapun Program ini lebih dititik beratkan  siswa baru jenjang TK, SD, hingga SMP, dan telah ditetapkan sebagai salah satu program prioritas Pemkab Berau.

 

Kebijakan tersebut diharapkan mampu meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus memastikan setiap anak dapat memulai pendidikan tanpa hambatan biaya dasar.

 

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Mardiatul Idalisah, menjelaskan bahwa anggaran puluhan miliar rupiah tersebut digunakan untuk pengadaan tiga jenis seragam sekolah, yakni seragam nasional, seragam pramuka, dan seragam batik. Seluruh seragam itu akan diberikan khusus kepada peserta didik baru.

 

“Program ini memang difokuskan untuk murid baru. Seragam yang disiapkan meliputi seragam nasional, pramuka, dan batik,” ujar Mardiatul.

 

Meski demikian, ia mengakui seragam belum bisa langsung dibagikan di hari pertama masuk sekolah. Proses pendataan dan pengukuran ukuran badan siswa baru hanya dapat dilakukan setelah mereka resmi terdaftar dan mulai bersekolah. Untuk itu, Disdik Berau tengah menyiapkan petunjuk teknis sebagai acuan pelaksanaan di lapangan.

 

“Kita harus ukur dulu setelah anak-anak masuk sekolah, supaya seragamnya pas dan nyaman dipakai. Jangan sampai kebesaran atau kekecilan,” jelasnya.

 

Selama proses pengadaan berlangsung, Disdik Berau memberikan kelonggaran kepada siswa baru untuk tidak langsung mengenakan seragam sekolah. Masa transisi ini diperkirakan berlangsung sekitar satu bulan, hingga seluruh seragam selesai diproduksi dan dibagikan.

 

Mardiatul juga menegaskan bahwa program seragam gratis ini memiliki batasan. Bantuan hanya mencakup tiga jenis seragam utama, dan tidak termasuk atribut sekolah maupun pakaian olahraga.

Melalui program ini, Pemkab Berau berharap tidak ada lagi siswa yang merasa terbebani di awal masuk sekolah. Lebih dari sekadar bantuan pakaian, kebijakan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemerataan akses pendidikan serta menciptakan rasa keadilan bagi seluruh peserta didik di Kabupaten Berau. (sep/FN)