MAN 2 Kukar Raih Prestasi Lagi di LKTI Fisika se-Kaltim

img

Penelitian Terhadap Pemanfaatan Buah Bintaro


TENGGARONG, Siswa MAN 2 Kukar (MAN Tenggarong) berhasil menorehkan prestasi dengan menyabet juara 3 Lomba Karya Tulis Ilmiah Fisika tingkat Provinsi Kalimatan Timur dalam ajang Pekan Fisika ke – XVIII pada 27 Februari 2017 di Universitas Mulawarman.

Penelitian yang dilakukan oleh Yenti Nur Hidayatul Amanah, Ervin Arbain dan Nur Hidayah ini berjudul “Pemanfaatan Arang Aktif Buah Bintaro (Carbera manghas) sebagai Adsorben Ion Logam Fe”.

Melalui rilis yang dikirim ke Poskota Kaltim, Yenti menjelaskan penelitian ini dilatarbelakangi oleh keperihatinannya terhadap pencemaran yang terjadi di sumur-sumur terutama di daerah perkotaan akibat terlalu sering di dimanfaatkan airnya tanpa batas.

Sehingga beberapa parameter pencemar air meningkat, seperti tercemarnya air sumur oleh ion logam Besi (Fe), Ciri-ciri air yang tercemar ion logam besi berwarna kekuningan dan ada endapan kuning di atasnya.

Sebenarnya, senyawa besi dalam jumlah kecil di dalam tubuh manusia berfungsi sebagai pembentuk sel-sel darah merah, dimana tubuh memerlukan 7-35 mg/hari yang sebagian diperoleh dari air.

Tetapi zat Fe atau zat besi yang melebihi dosis yang diperlukan oleh tubuh dapat menimbulkan masalah kesehatan. Hal ini dikarenakan tubuh manusia tidak dapat mengsekresi Fe, sehingga bagi mereka yang sering mendapat tranfusi darah warna kulitnya menjadi hitam karena akumulasi Fe.

Ditambahkan pula oleh Ervin, penggunaan arang aktif dari Buah Bintaro ini dikarenakan selama ini masyarakat hanya mengenal tanaman bintaro sebagai tanaman peneduh kota dan belum banyak dimanfaatkan sehingga nilai ekonomisnya masih rendah.

Buah bintaro memiliki potensi dalam pembuatan karbon aktif dikarenakan kandungan lignin pada buah bintaro memiliki komposisi yang hampir sama dengan tempurung kelapa yang banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan karbon aktif secara komersial.

“Arang aktif merupakan arang yang diproses sedemikian rupa sehingga mempunyai daya serap adsorpsi yang tinggi terhadap bahan yang terbentuk larutan atau uap, berdasarkan hal tersebut maka kami memanfaatkan arang aktif dari buah bintaro sebagai penyerap ion logam Fe” ujarnya.

Sementara itu Nur Hidayah mengungkapkan bahwa berdasarkan uji coba di Laboratorium menghasilkan bahwa arang aktif buah bintaro ini sangat efektif dalam menyerap ion logam Fe.

“Keempat perlakuan yang kami berikan memberikan pengaruh terhadap konsentrasi serapan Fe pada air sumur. Dengan demikian terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian Arang Aktif Buah Bintaro (Carbera manghas) sebagai adsorben ion logam Fe. Kemudian konsentrasi arang aktif Buah Bintaro (Carbera manghas) yang paling efektif sebagai sebagai Adsorben Ion Logam Fe terdapat pada perlakuan P3 dengan rata-rata serapan sebesar 1.5356 mg/L. Penelitian yang kami lakukan merupakan penelitian awal masih dalam skala laboratorium, untuk itu perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan parameter yang berbeda dan skala yang lebih besar sehingga dapat mudah diterapkan di masyaraka," harapnya. *sfa-poskotakaltimnews.com