Polres Gelar FGD Bersama Jurnalis, Sepakat Sinergitas Perangi Hoax

img

TENGGARONG- Diyakini media punya peranan penting dalam pembangunan berkelanjutan, Polres Kukar komitmen membangun sinergitas bersama Media massa di Kukar, untuk memberitakan pembangunan yang positif kepada masyarakat, apalagi sudah masuki jelang Pilkada Kukar yang akan digelar pada bulan September 2020 nanti.

"Dalam program kerja Polri, ada manajemen peran media massa, yang melibatkan media massa sebagai mitra kerja Polri dalam menjalankan tugasnya," jelas Kapolres Kukar AKBP Andrias SN, saat menjadi Narsum FGD bersama media Kukar dan Nasional, di Cafe CC Timbau Tenggarong, Jumat(10/01/2020) malam.

Andrias yang menyampaikan materi dengan suasana keakraban bersama jurnalis ini menuturkan, jika media massa memberikan berita yang positif, maka rasa aman dan nyaman bakal dirasa masyarakat, tapi jika media massa memberikan berita negatif, maka kekacauan akan timbul, dan terjadi keresahan dimasyarakat, sehingga berdampak juga, malasnya Investor datang ke Kukar.

"Percayalah sama berita yang diolah oleh Media Konvensional, seperti Cetak, TV dan Online, yang dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya, karena memiliki struktur kelembagaan yang bertanggung jawab, mulai wartawan, korlip, redaktur dan Pimred," jelasnya.

Masih menurut Andrias, jika berita yang bersumber dari Medsos tidak dijamin kebenaranya, bahkan bisa mengarahkan kepada penyebaran berita Hoax.

"Polres Kukar berkomitmen bersinergi bersama para Jurnalis Kukar untuk menangkal berita Hoax," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia(PWI) Kukar, Desman Minang memastikan, jurnalis yang mengabdi di Kukar sudah memiliki kapasitas dan kompetensi yang mumpuni dalam pengelolaan dan penyebaran informasi kepada masyarakat. Dan persatuan wartawan kukar sudah sangat erat, antara satu dengan yang lainnya.

"Wartawan kukar dalam bekerja, dia memperhatikan kode etik jurnalisme, dan siap bersinergi dengan polres Kukar jelang Pilkada Kukar 2020 mendatang," jelasnya.

Narsum lainnya, Ketua Gerakan Masyarakat Anti Hoax Kaltim, Charles Siahaan atau yang akrab disapa Ucok menyampaikan, berita hoax sulit dibendung penyebarannya, apalagi ada moment bagus untuk diolah seperti jelang pemilu, sangat mudah kita dapati berita hoax di hp kita, yang kita harus waspada.

"Yang sering dibikin hoax jelang pemilu, biasanya hasil survey sering dipalsukan dari lembaga yang tidak jelas, dan contoh lainnya calon mengadakan pertemuan dengan tiga orang, diedit seolah-olah si calon bertemu masyarakat, padahal faktanya tidak. Untuk menangkalnya bisa dibuat pelatihan cek fakta terhadap berita hoax,"pungkasnya.(and/poskotakaltimnews.com).