Komisi II Lakukan Kunjungan ke Kecamatan Tabang

img

(Foto bersama disela sela melihat kondisi pertanian di Kecamatan Tabang)

TENGGARONG,Selasa 3 Maret 2020 lalu, Komisi II DPRD Kutai Kartanegara melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Tabang, tepatnya di wilayah Desa Ritan Baru dan Tukung Ritan, yang tergabung dalam kelompok tani Sinar Jaya Bekeleng (SKB).

Kunjungan tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi II Magdalena didampingi Syarifuddin, S.Sos, H Azhar Nuryadi, Ria Handayani, SE, Sopian-Sopian S.Pd, Hamdiah, H Doni Ikhwan, Firnadi Ikhsan, S.Pi.

Dalam kunjungan itu, para anggota DPRD Kukar melihat kondisi pertanian diwilayah tersebut. Pada proses pertanian yang dilakukan para kelompok tani yang tergabung dalam SKB masih melakukan proses irigasi secara tradisional.

“Dengan pengelolaan secara tradisional saja hasilnya sangat luar biasa, dari ujung jalan sampai ujung jalan ini padinya sudah mulai menguning bahkan sebahagian sudah melakukan pemanenan.”kata Syarifudin, anggota Komisi II DPRD Kukar.

Lahan yang ditanami sudah melakukan pembajakan secara moderen ((hand traktor) dan yang biasa secara manual, dengan sistem bajak padinya bisa kurang lebih tiga bulan sudah panen dan tidak begitu tinggi, kalau manual bisa 4-5 bulan baru panen dan batang pohonnya cukup tinggi," katanya.

Sementara Ketua Kelompok Tani SJB, Yunus Merang mengucapkan rasa gembiranya atas kedatangan para anggota dewan yang terhormat, sangat jarang para anggota dewan mau datang ke daerah yang terpencil seperti ini.
"Terus terang kami masyarakat Dayak selama ini kami bertani selalu berpindah-pindah dari rantau yang satu kerantau yang lain, dengan seiring perkembangan jaman kami berkumpul dan berpikir anak kami ingin bersekolah dan kami juga ingin menetap di kampung, bagai mana kami ingin bertahan hidup dan bisa bisa bercocok tanam

Pada tahun 1990 membuka lahan tahun 2015 kami membentuk kelopok tani SBJ berjumlah 96 Kepala Keluarga, setiap KK kami mendapat lahan 1 Hektar /KK saat ini yang masih bertahan kurang lebih 50 KK, yang menjadi kendala selama ini kami belum tau cara bertani dengan baik, karena tenaga penyuluh pertanian sangat jarang ketempat kami.

Sistim pengairan juga kami masih menggunakan secara teradisional dengan mengalirkan air pada Sungai Long Tahap , sungai yang ada ini walau kemarau tidak pernah kering, yang menjadi kendala utama kami masalah infrastruktur badan jalan untuk menuju masing-masing sawah, memang kami pernah dibantu oleh salah satu perusahan tapi ini sangat terbatas.hms