Komisi I DPRD Bontang Minta Pendataan Penerima BST Lebih Akurat

img

(Muslimin Ketua Komisi I DPRD Bontang)


BONTANG, Komisi I DPRD Bontang, meminta kepada OPD terkait Bantuan Sosial  Tunai (BST) daerah Kota  Bontang, untuk lebih jeli dan akurat dalam mendata warga. Karena masih ditemukan data  ganda  yang mestinya tidak terjadi.

Saat dihubungi beberapa waktu lalu, Ketua Komisi I, Muslimin, membenarkan masih ada warga yang belum mendapatkan bantuan tersebut.  Berdasarkan informasi  masih ada ditemukan data yang ganda. 

"Kami, Komisi I telah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Sosial (Dinsos) dan 3 Camat yang ada di Kota Bontang terkait pendataan masyarakat. Yang intinya meminta untuk lebih akuratif dalam menginput data para warga yang terdampak Covid19," ujar politisi Golkar ini.

Dikatakan,  data yang  riil yang saat ini ada masih belum akurat sehingga seyogianya dievaluasi kembali.

"Ya, kalau dilihat berdasarkan temuan di lapangan, ya memang belum akurat data itu. Makanya kami meminta adanya evaluasi terkait proses penyaluran bantuan dapat sesuai sasaran,"ujarnya

Ia menilai,  data yang diterima Dinas Sosial (Dinsos)  memang ada kekurangan sewaktu pendataan di tingkat RT yang waktu pendataan  begitu  singkat sehingga tidak bisa merekap semua warganya. Itulah makanya ada warga yang belum terdata,” ujarnya.

Ia menerangkan,  persoalan bantuan tersebut ditujukan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 berdasarkan skala prioritas. Karena kalau bicara dampak pasti semuanya terdampak pandemi covid-19.

"Penyaluran BST di Bontang itu diperuntukkan prioritas yang terdampak Covid19 namun jika asumsi tersebut dikategorikan prioritas tentunya para pelaku UMKM  juga terdampak seperti itu yang diutamakan, pekerja serabutan yang tidak jelas penghasilannya dan tidak bisa bekerja akibat Covid ini wajib diberikan,” ujarnya.

Ia berharap kedepannya keakuratan data termasuk dengan  tim RT memverifikasi  data  dan meminta kejujuran masyarakat.

“Kita juga para tim pembentukan penyaluran BST ini lebih  akurat sehingga kesenjangan pada penerima bantuan dapat diminimalisir,"ujarnya.wan/adv