Positif Covid-19 di Kukar Bertambah 34 Kasus

img

(Press Release)


TENGGARONG, Terjadi lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kutai Kartanegara. Per 21 Juli 2020 terdapat penambahan yang signifikan.

Hal ini sebagaimana diumumkan Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dr Martina Yulianti, Selasa (21/7/2020) sore.

Pada hari ini, Selasa, 21 Juli 2020 Saya akan menyampaikan penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kutai Kartanegara. Jumlah yang akan saya umumkan ini sebanyak 34 (tiga puluh empat) kasus terkonfirmasi positif dan 1 (satu) kasus sembuh,” ungkap Martina Yulianti.

Penambahan kasus positif Covid-19 terbanyak dari Kecamatan Anggana ada 24 kasus positif, kemudian dari Kecamatan Samboja sebanyak 4 kasus, Muara jawa 3 Muara Badak 1 kasus, Loa Janan 1 kasus,  dan Kecamatan Marangkayu 1.

”Ada klaster baru pada kasus Covid-19 yakni klaster Tanjung Aju, perusahaan migas yang beroperasi di Anggana,” katanya.

Sementara pada kasus sembuh terdapat 1 orang yakni KK -95, usia 62 tahun, jenis kelamin perempuan, dari Kecamatan Anggana. Dinyatakan sembuh setelah hasil swab tenggorok menunjukkan hasil negatif selama 2 kali berturut-turut. KK-95 merupakan kasus terkonfirmasi (simptomatik) dan telah menjalani masa perawatan dan isolasi di RSUD AM Parikesit selama 6 hari.

“Hingga hari ini kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kukar adalah 144 kasus terdiri dari : 67 Orang sedang menjalani perawatan, 76 kasus dinyatakan telah sembuh dan 1 kasus meninggal dunia.” Tuturnya.

Dia juga mengatakan bahwa kondisi sekarang ini dihampir semua kota terjadi transmisi penularan dimasyarakat, penularan terjadi secara bebas.Bupati Kutai Kartanegara telah mengeluarkan surat himbauan tentang pembatasan keluar wilayah Kukar guna melindungi warga masyarakat Kukar, supaya menghindari untuk tidak beperergian apabila tidak berurusan sangat penting, ke mall, pasar, kerumunan membuat acara yang memungkinkan orang membuka masker, terjadi kontak fisik bersalaman dan lainnya.”Diimbau  warga untuk menahan diri, kondisi sekarang jumlah sebaran kasus semakin banyak, angka kematian semakin tinggi.”katanya.(pk/Poskotakaltimnews.com)