Sambut HUT Kota Tenggarong, Dinas Pariwisata Akan Gelar FKR, Tauhid: Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

img

(Tauhid Afrilian Noor, Plt Kadis Pariwisata Kukar) 

 

TENGGARONG - Sektor pariwisata Kukar khususnya yang berpusat di Tenggarong seperti Pulau Kumala, Waduk Panji Sukarame dan Museum Kayu yang merupakan sebagian sumber kontribusi untuk PAD Kukar kini akibat wabah pandemi Covid-19 tampak lesu, pengunjung yang datang di akhir pekan hanya dari Tenggarong dan sekitarnya.

Tak hanya itu, event yang telah dibuat Dinas Pariwisata Kukar tahun 2020 sejak April 2020 hingga saat ini urung terlaksana akibat wabah pandemi covid-19, bahkan beberapa lokasi Pariwisata di Kukar sempat ditutup selama wabah covid-19, namun karena ada kebijakan new normal beberapa lokasi pariwisata di Kukar seperti Pulau Kumala dibuka kembali sejak sebulan lalu dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

"Ya sejak sebulan lalu objek wisata pulau Kumala telah dibuka kembali dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, tapi harus diakui untuk jumlah pengunjung tidak sebanyak dulu sebelum ada wabah pandemi Covid-19, " ungkap Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar Thauhid Afrilian Noor diruang kerjanya Senin (24/8).

Meskipun beberapa event belum bisa terlaksana seperti Tenggarong Internasional Folk Arts Festival dan Erau karena wabah Covid-19, namun Thauhid menginginkan untuk event menyambut HUT Kota Tenggarong yang biasanya digelar Festival Kota Raja (FKR) pada akhir September 2020 mendatang bisa terlaksana dengan penerapan protokol kesehatan covid-19 yang ketat.

"Kami menginginkan untuk event Festival Kota Raja menyambut HUT Kota Tenggarong bulan depan bisa terlaksana, kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan tim Gugus Tugas Covid-19 Kukar agar pelaksanaan tersebut bisa berjalan lancar dengan Penerapan protokol kesehatan covid-19 yang ketat, " harapnya.

Terpisah, Wakil Bupati Kukar Chairil Anwar menyambut baik untuk HUT Tenggarong tetap digelar event namun dengan kegiatan yang sederhana dan dilakukan protokol kesehatan Covid-19 karena masih ditengah pandemi.

"Tentunya event ini selain untuk memperingati HUT Kota Tenggarong juga harus mengikuti protokol kesehatan Covid-19 dengan sederhana seperti penyelenggaraan MTQ tingkat Kabupaten Kukar di Muara Badak akhir bulan ini, semua kita batasi mulai jumlah kafilah, dewan hakim hingga penerapan jaga jarak dan protokol kesehatan bagi penonton, begitupun jika FKR ini jadi digelar maka penerapan protokol kesehatan covid-19 sangat penting, " terangnya. (adv/poskotakaltimnews.com)