COVID-19 Mengganas di Kubar, 14 September Mulai Pembatasan Kegiatan Malam Hari

img

Kabag Hukum Sekkab Kubar, Adrianus Joni SH MM memberikan keterangan resmi (ran/jor/poskota kaltim)

 

SENDAWAR – Saat ini Pandemi COVID-19 semakin gencar menyerang masyarakat di Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Oleh karena itu Tim Gugus Tugas Penanganan (TGTP)  COVID-19 Kubar  mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 965/SEK.178/TGT-KBR/IX/2020 tentang waspada peningkatan kasus COVID-19. 

Ketua Tim Gugus Tugas COVID-19 Kubar, Bupati FX Yapan SH, melaui  Sekretariat Tim COVID-19 disampaikan Kepala Bagian Hukum Sekkab Kubar, Adrianus Joni SH MM memberikan keterangan resmi kepada wartawan di Sendawar, Jumat (11/9/2020). 

Menurutnya, dalam edaran disebutkan  diberlakukan pembatasan kegiatan dimalam hari bagi masyarakat.“Sebagai upaya pencegahan dan pengendalian pandemi COVID-19 di  Kubar yang saat ini terus menyebar dengan cepat dan meluas,” jelas Kabag Hukum Sekkab Kubar, Adrianus Joni SH MM

Dia mengungkapkan, di Kubar saat ini  angka positif COVID-19 sudah mencapai 94 kasus dan jumlah konfirmasi kematian 2 orang. Maka tingkat kewaspadaan harus ditingkatkan guna memutus rantai penyebarannya.

“Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kubar mengambil sikap, meminta masyarakat dan seluruh elemen untuk mematuhi Peraturan Bupati Kubar Nomor 30 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan,” tegas dia. 

Menurutnya, masyarakat diimbau agar senantiasa memakai masker, menjaga jarak minimal 1 meter, mencuci tangan dan menghindari kerumunan. “Menutup sementara kegiatan Tempat Hiburan Malam, Karaoke, Pub, Spa dan Panti Pijat sampai batas waktu yang tidak ditentukan,”  tutur Adrianus Joni.

Perlu diketahui juga membatasi aktivitas di malam hari sampai dengan pukul 21.00 Wita pada hari Minggu hingga Jumat, dan pukul 22.00 Wita pada hari Sabtu. 

“Termasuk seluruh kegiatan seperti cafe, restoran, warung makan, warung internet, dan segala tempat dan fasilitas umum yang memungkinkan adanya kerumunan massa,” tukasnya lagi.

Dia menyebut, membatasi aktivitas masyarakat utamanya dimalam hari sampai dengan pukul 21.00 Wita pada hari Minggu hingga Jumat,  dan pukul 22.00 Wita pada hari Sabtu.“Sehingga mengurangi kerumunan masyarakat di tempat dan fasilitas umum di dalam Kabupaten Kutai Barat,” ungkapnya. 

Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kubar menurutnya, melakukan pembatasan aktivitas dikecualikan terhadap kepentingan mendesak untuk keadaan darurat seperti perobatan, penanganan medis, pengamanan dan pengawasan keamanan. 

“Untuk itu masyarakat diwajibkan  menerapkan pola hidup bersih dan sehat, melakukan olahraga ringan dan berjemur setiap hari untuk menjaga imunitas tubuh terhadap virus COVID-19,” terang Adrianus Joni.

Tim itu juga menghimbau, bagi  warga yang memiliki riwayat penyakit saluran pernafasan dan sejenisnya, agar mengurangi aktivitas di tempat umum, agar tidak terpapar virus COVID-19.

Surat edaran itu berlaku efektif sejak 14 september 2020 dan akan dievaluasi lebih lanjut menyesuaikan dengan tingkat penyebaran COVID-19 diwilayah Kabupaten Kutai Barat. 

Perlu diketahui, edaran ini mengacu Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 30 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya  pencegahan dan pengendalian COVID-19. 

Diimbau agar warga senantiasa memakai masker, menjaga jarak minimal 1 meter, mencuci tangan dan menghindari kerumunan.

Dengan beredarnya surat edaran tersebut, sejak efektif 14 September 2020, bagi siapa saja yang tidak mengindahkannya, akan dikenai sangsi administrasi sesuai dengan Perbup Nomor 30 tahun 2020. (ran/jor)