Anggota Komisi 1 Rusli Ancam Coret Anggaran Pengadaan Mobdin di Tengah Pandemi

img

M. Rusli anggota Komisi 1 DPRD Bontang.

 

BONTANG, Anggota Komisi 1 DPRD Bontang, Mobil Rusli, bakal mencoret pengadaan mobil dinas di dinas Kesehatan. Pasalnya hingga saat ini pandemi covid19 terus meningkat.

"Saya tidak setuju jika pengadaan mobil dinas di tengah pandemi. Seharusnya dinas terkait menunda terlebih dahulu," Ujar Rusli saat menggelar rapat terkait anggaran 2021 beberapa waktu lalu.

Menurut politisi hanura ini, saat ini kondisi pandemi di Bontang terus mengalami peningkatan.

"Ironi rasanya ketika satu sisi masyarakat bingung dengan kondisi pandemi ini. Sementara di sisi lain pemerintah menganggarkan untuk pengadaan mobil dinas," Bebernya bernada tinggi.

Ia mengaku tidak akan mengakomodir masukan dari Dinkes untuk pengadaan Mobdin.

"Saya akan coret nanti. Ini tidak tepat mengingat masih banyak anggaran yang diperlukan untuk penanggulangan covid19," Tegasnya.

Seperti diketahui, Dinkes Bontang bakal menganggarkan mobil dinas senilai sekitar Rp 500 juta untuk operasional kepala dinas.

Di tempat yang sama, Kadiskes Bontang Bahauddin, mengaku tidak masalah jika anggaran pengadaan mobil dinas tersebut dihapus atau dicoret. Namun dirinya menyebut, ketika anggaran pengadaan mobil dinas tidak dianggarkan, tentu ada ketidakadilan dengan kepala dinas yang lain yang mendapatkan jatah mobil dinas.

“Saya tidak masalah jika dicoret. Nanti saya bisa naik motor atau gowes ke kantor,” bebernya.

Senada dengan  Rusli, Bakhtiar Wakkang meminta Dinkes untuk fokus melakukan penanganan dan menekan angka Covid-19 di Bontang.“Saya berharap Dinas Kesehatan bisa fokus ke penanggulangan covid. Harapan saya tahun depan semua warga Bontang bsa divaksin,” ujarnya

Menurut BW sapaan akrabnya di beberapa daerah seperti Balikpapan, Kediri, dan Solo, pengadaan mobil dinas dilakukan dengan sistem sewa ke pihak ketiga.

Menurutnya hal ini dinilai lebih efisien dibandingkan pengadaan mobil baru."Bila ini diterapkan, Pemkot Bontang bisa efisien 40 persen,” tandasnya.(wan)