Bantuan Subsidi Gaji Telah Tersalurkan ke 12 Juta Pekerja

img

(Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah)


JAKARTA, Hingga saat ini, pemerintah telah menyalurkan bantuan subsidi gaji atau upah (BSU) kepada 12,16 juta pekerja atau buruh. Capaian itu setara dengan 98,09% dari target penerima.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan pekerja atau buruh yang belum menerima BSU bisa disebabkan kesalahan atau ketidakvalidan data. Seperti, nomor rekening bank dan NIK.

Pihaknya pun mengembalikan data yang tidak valid ke BPJAMSOSTEK. Kemudian, instansi tersebut memberi informasi kepada perusahaan untuk memperbaiki data pekerja. Dalam hal ini, yang masuk kriteria penerima subsidi gaji atau upah
"Sampai saat ini, yang belum mendapatkan BSU sekitar 150 ribuan, karena ada kekurangan atau ketidaksesuaian data. Misalnya, rekening tidak valid, kemudian NIK-nya kurang nomornya,” ujar Ida dalam keterangan resmi, Selasa (20/10).

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan per 19 Oktober 2020, BSU tahap I sudah tersalur kepada 2,48 juta penerima (99,43%). Kemudian, tahap II sebanyak 2,98 juta penerima (99,38%) dan tahap III sebanyak 3,47 juta penerima (99,32%).
Lalu, tahap IV sebanyak 2,62 juta penerima (94,09%) dan tahap V sebanyak 602 ribu penerima (97,39%). Adapun subsidi gaji atau upah disalurkan melalui dua termin pembayaran. Setelah pembayaran termin pertama selesai, kementerian kembali memproses pembayaran termin kedua.

"Kami targetkan pembayaran termin II dapat disalurkan pada awal November, setelah proses evaluasi penyaluran BSU termin I ini selesai," imbuh Ida.

Dengan anggaran mencapai Rp37,7 triliun, program BSU ditargetkan menyasar 15,7 juta pekerja yang terdaftar BPJAMSOSTEK per 30 Juni 2020. Namun, hingga batas akhir penyerahan data penerima, hanya mencapai 12,4 juta pekerja atau buruh(sumber : Media Indonesia.com)