Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris : Pembangunan Kilang di Bontang Dapat Mendongkrak Perekonomian

img

(Agus Haris, foto: ist)

 

BONTANG, Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris memberi apresisasi kepada Presiden RI  Joko Widodo yang telah  menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 109/2020 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang salah satunya pembangunan Kilang di Bontang.

Percepatan pembangunan Sebanyak 201 Proyek, 10 Program diantaranya  mencakup 23 Sektor, dengan total nilai investasi sebesar Rp4.809,7 triliun telah ditetapkan sebagai daftar PSN telah diteken langsung Presiden melalui laman Dilansir dari laman,https://jdih.setkab.go.id/PUUdoc/176280/Perpres_Nomor_109_Tahun_2020.pdf

Dalam laman tersebut disebutkan pada  sektor energi memasukan kegiatan proyek kilang minyak Bontang pada urutan pertama dengan nomor 181.

Adapun proyek pembangunan jalan Tol Bontang-Samarinda dengan nomor 54 pada PSN yang ditetapkan tanggal 17 November 2020.

“Saat ini Pemerintah dan DPRD konsen  membuat regulasi yakni Perda tentang Rencana Induk Strategis Pariwisata Bontang, dan Perda tentang RTRW Bontang. Ini adalah langkah untuk peningkatan ekonomi masyarakat Bontang,” ungkap Agus Haris saat dihubungi  Selasa,2/12

Menurut Politisi Gerindra ini,  kedua PSN tersebut sangat membantu khususnya hulu-dan hilir percepatan pembangunan jangka panjang dan menengah sekaligus  mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Bontang.

“ Kita apresiasi Pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan tentunya, ini ada sinergi program Pemkot Bontang  untuk meningkatkan investasi dan menciptakan lapangan kerja, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi di Bontang,” tuturnya.

sekedar informasi  seperti Dilansir dari https://kppip.go.id/proyek-prioritas/minyak-gas/kilang-minyak-bontang. Nilai investasi kilang minyak Bontang sebesar Rp197,58 triliun dengan skema pendanaan PT Pertamina dengan kerja sama swasta. PT Pertamina rencana mulai konstruksi 2020 dan akan mulai operasi 2026.(wan/poskotakaltimnews.com)