Copet Beraksi di Pasar Loa Kulu

img

TENGGARONG, Jajaran Polsek Loa Kulu berhasil mengamankan 2 pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan atas nama Sulaeman (29) dan Rahmad (32) di Pasar Loa Kulu tepatnya di Jalan H Masdamsi, RT 01, Desa Loa Kulu Kota Kecamatan Loa Kulu, Selasa (4/4/2017) pagi.

Kapolres Kukar AKBP Fadillah Zulkarnaen melalui Kapolsek Loa Kulu AKP Ade Harri Sistriawan, didampingi oleh Kanit Reskrim Polsek Loa Kulu AIPTU Makmur mengatakan,  pelaku Sulaiman merupakan warga Jalan Veteran Utara, Kelurahan Maricaya baru, Kecamatan Makassar Kota, Sulsel dan Rahmad merupakan warga Muara Rapak, Kecamtan Balikpapan Utara.

"Keduanya pelaku tinggal di Karang Asam, Kecamtana Samarinda dan baru berada sekitar dua minggu lalu sehingga langsung beroperasi ke Loa Kulu bersama pelaku lainya yang saat ini Dalam Pencarian Orang (DPO)" ujarnya saat dikomfirmasi melalui via telpon.

Diceritakan, kejadian bermula ketika pelaku Sulaeman, Rahmad dan DA (DPO) mengikuti Korban yang bernama Tamri (65) hendak berbelanja baju di pasar, kemudian pelaku DA mangambil uang yang berada di saku baju sebelah kanan korban yang setelah itu pelaku DA mengoper uang tersebut kepada Rahmad dan kemudian kembali di oper lagi kepada Sulaeman dan menyimpannya di dalam dompet.

"Saat itu korban yang ingin membayar baju baru menyadari telah kecopetan sehingga korban berteriak meminta tolong kepada warga, namun pelaku DA sempat melarikan diri sedangkan Rahmad dan Sulaeman berasil diamankan oleh warga." Jelasnya.

Saat di tanyakan keduanya pelaku tidak mengakui perbuatannya tersebut, sehingga kedua pelaku di bawa ke Polsek Loa Kulu dan di introgasi oleh anggota unit Reskrim. "Pelaku sempat tidak mengaku juga namun setelah di lakukan penggeledahan ditemukan uang Rp 200.000 yang di simpan di dalam dompet Sulaeman dan barulah di akui bahwa uang tersebut sebagai uang yang di ambil di saku korban." terangnya. 

Kini tersangka dan barang bukti berupa 1 buah dompet warna hitam dan uang tunai Rp 200.000 diamankan di Polsek Loa Kulu dan perbuatanya tersebut pelaku terancam Pasal 363 ayat 1 ke 4 KUHP tentang Pencurian dan Pemberatan dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. (dra-poskotakaltimnews.com)