Tidak Semua Pemohon Bisa Jadi Pelanggan PDAM

img

BALIKPAPAN, Keinginan masyarakat Balikpapan untuk menjadi pelanggan PDAM ternyata tidak bisa dipenuhi semua. Karena ada keterbatasan dan aturan yang sudah diatur dalam Paraturan Walikota (Perwali) Nomor 19 Tahun 2010 seperti yang ada didalam Bab VI pasal 10.

‘’PDAM pada prinsipnya ingin seluruh rumah tangga yang ada di Balikpapan bisa terlayani melalui  sambungan pipa dari PDAM, namun kita juga harus melihat letak rumah calon pelanggan, kalau didaerah rawan longsor maka dipastikan kami tidak akan mengabulkan permohonan mereka,’’ ujar Suryo Hadi Prabowo, Staf Bidang Pelayanan dan Sambungan Pelanggan PDAM Tirta Manggar Balikpapan.

Menurut Suryo Hadi, bagi calon pelanggan yang mengajukan permohonan  sambung baru namun mendapat penolakan. Karena PDAM  mengacu pada aturan yang ada. Dan umumnya mereka yang belum dikabulkan permohonannya dikarenakan ketinggian lokasi tidak mungkin dilayani. Selain itu kontur lokasi tidak memenuhi persayaratan teknis apalagi setelah diteliti ternyata lokasi itu merupakan lahan kritis dan rawan longsor.

Dikatakannya, bagi calon pelanggan baru bisa menikmati air produk PDAM, ketika sudah mengajukan permohonan sambungan baru secara tertulis. Serta melampirkan persyaratannya, yakni foto copy kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), rekening air milik tetangga terdekat serta gambar denah lokasi pemohon. Selain itu masih ada ketentuan lain termasuk pemohon memiliki Ijin Mendirikan Bagunan (IMB), surat keterangan dari Ketua RT. 

‘’Jika semua ketentuan itu sudah dipenuhi oleh pemohon. Maka PDAM bisa memasang sambungan baru. kendati masih harus menunggu paling lama 10 hari sejak permohoan mengajukan pemasangan sambungan baru. Satu lagi biaya sambung baru dibayar oleh pemohon atau calon pelanggan,’’ ungkapnya.

Saat dipertanyakan, apakah pelanggan PDAM Balikpapan dikenakan sangsi jika terjadi keterlambatan pembayaran iuran bulanan  Suryo menjelaskan bagi pelanggan yang terlambat membayar atau pembayaran dilakukan diatas tanggal 20 bulan berjalan maka dikenakan sangsi tambahan 10 persen dari total rekening air. Sedangkan keterlambatan pembayaran rekening air melewati tanggal 20 saat bulan berjalan. Maka pihak PDAM langsung melakukan penyegelan meteran air tanpa pemberitahuan lebih dulu dan itu sudah sesuai dengan Perwali No. 19/2010 ps. 16 ay. 2.

"Penyegelan, kembali dibuka jika pelanggan sudah melunasi tunggakan sebelumnya. Yakni melunasi rekening air, denda dan biaya pembukaan kembali," lanjutnya.(max-poskotakaltimnews.com)