Dua Peserta Didik SMALB Ikuti UNKP

Admin 11 Apr 2017
img

Ir. Didi Ramyadi Beserta Jajaranya Foto Bersma Anak Asrama

TENGGARONG, Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat serentak dilaksanakan di Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (10/04/2017). Sama halnya Sekolah Luar Biasa (SLB) tingkat SMA juga melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) yang di ikuti 2 orang peserra didik penyandang Tuna Rungu yaitu Mirwansyah dan Ayu Lestari UN, pelaksanaan selam tiga hari kedepan.


Kadis Sosial Kukar Didi Ramyadi bersama Agus Hamidiansyah Kasi Rehabilitas Penyandang Disabilitas Dinas Sosial (Dinsos) Kukar, kemarin ikut memantau jalannya UNKP peserta duduk SMALB Tenggarong.

 

Pihak sekolah memiliki harpan besar agar pemerintah memperhatikan, memberikan wadah untuk menampung sesusai dengan kemampuan yang dimiliki, untuk pekrjaan anak berkebutuhan khusus setelah lulus dari SMALB. Pihak sekolah kawatir akan bahaya ancaman Narkoba.


 “Kami sangat kawatir mereka dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab itu. Apakah mereka bisa di berdayakan di perusahaan atau di kantor, melakukan pekerjaan yang sederhana seperti menyapu, kalau di perusahan jadi tukang catat mobil masuk, mereka ini disiplinya sangat tinggi sekali” kata Anwar S.Pd Kepala SLB N Tenggarong.

 

Anwar juga mengucapkan rasa terimakasihnya terhadap Pemerintah Kukar, lewat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), serta Dinsos Kukar yang telah memperhatikan anak penyandang disabilitas dengan mendirikan Asrama untuk anak yang jauh .

“Bangunan yang dibangun oleh Disdikbud ini sangat bermanfat sekali, dan semua kebutuhan Sembako Kali tidak memikirkan lagi, karena sudah di kami mendapakan bantuan sembako dari Dinsos” jelanya.


Sementara Kepala Dinsos. Ir. Didi Ramyadi, menangapi harapan dari pihak sekolah tentang pekerjaan anak berkebutuhan khusus setelah lulus sekolah, pihaknya sedang mengupayakan setelah lulus sekolah untuk disalurkan menjadi tenaga kerja di prusahaan atau wadah lain yang bisa menampung .


“Karena mereka ini masih bisa berusaha paling cuma tuli dan bisu ini juga menjadi kewajiban pemerintah dan perusahaan untuk membina mereka” paparnya.


Sejauh ini lanjut Didi, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan beberapa perusahaan yang ad di Kukar mengenai masalah pekerjaan anak penyandang disabilitas .


“Pihak perusahaan merespon rencana ini dengan baik, ada beberapa prusahaan yang sudah meminta data-data mereka untuk di setujui oleh pihak perusahaan” terangnya.

Sementara Agus Hamidiansyah juga dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi dengan  keberadaan SLB N Tenggarong, semoga pada tahun depan tidak hanya 2 orang yang bisa mengikuti UNKP ini, diharapkan dari peserta didik yang tadinya 8 orang yang mengikuti UNKP mejadi 2 orang saja dikarenakan yang 6 orang penyandang 6 Tunagrahita, telah mengikuti Ujian Sekolah (US) yang di adakan oleh pihak sekolah .”Semoga tahun depan Penyandang Disabilitas yang ada di 18 kecmatan dikukar bisa mengikuti UN semua, kami dari  Dinsos sangat perduli sekali, kami akan perhatikan wajib belajar 12 tahun untuk Penyandang Disabilitas” jalasnya.(aji-poskotakaltimnews.com)

Admin
RELATED POST