Apa Kabar Proyek CBD-RWP Kukar

img

TENGGARONG, Kukar yang memiliki sumber daya alam besar, memiliki banyak proyek proyek prestisius yang menelan anggaran ratusan miliarn. Salah satu proyek yang begitu mengesankan itu adalah pembangunan Central Bisnis Distrik (CBD) yang lokasinya berada di proyek RWP (Royal Word Plasa) samping Jembatan Kutai Kartanegara.

Proyek yang mulai dikerjakan oleh PT Citra Gading Aristama sejak 2015-2016 lalu itu, diperkirakan menelan anggaran lebih Rp300 miliar, namun hingga kini tak kunjung rampung.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar Wiyono, tak mau bersuara menyikapi kelanjutan proyek “gede” itu, yang sekarang mangkrak.

“Kalau masalah proyek CBD saya belum tahu seperti apa kelanjutannya nanti,” kata Wiyono, yang sebelum jadi orang no 1 di Bappeda, adalah Kadisdik Kukar.

Pun begitu, pembangunan RWP yang lokasinya berdampingan dengan CBD, Wiyono juga tak mau berkomentar terlalu banyak. Meski diketahui bahwa RWP yang dirancang pembangunannya 7 lantai itu progress sejak 2013 sampai sekarang belum ada kelihatan.

Sementara sebelumnya, Kabid Cipta Karya Dinas PU Budi Harsono menyebut, proyek pembangunan CBD Kukar diakuinya memang diplot sekitar Rp300 miliar, namun dalam proses pembayarannya hingga penghujung 2016 lalu tak sampai Rp200 miliar.

“Karena pembayarannya dilakukan sesuai progress pengerjaannya. Dan pada 2017 ini kemungkinan proyek itu akan dilelang kembali, artinya bukan mesti CGA yang akan mengerjakannya,” kata Budi Harsono.

Proyek CBD-RWP Kukar menjadi salah satu proyek di Kukar yang cukup menyedot perhatian masyarakat penggiat anti korupsi, salah satunya adalah Indonesian Coruption Investigasi (ICI) Kalimantan Timur. Karena ada aroma tindak pinda korupsi dalam mega proyek tersebut.

Akhir Maret 2017 lalu, ICI Kaltim kembali mendatangi Kejati Kaltim guna melaporkan kasus dugaan korupsi pembangunan CBD-RWP.

Menurut Koordinator ICI Kaltim Sandri Arman, proyek RWP merupakan proyek investasi dari pihak ketiga yakni PT CGA, dengan nilai kisaran Rp500 miliar lebih. RWP sedianya akan dijadikan pusat perkantoran dan bisnis di Kota Raja Tenggarong. Sejak kisaran tahun 2013 lalu, terjadi MoU antara pemerintah dan CGA untuk proses pelaksanaan proyek tersebut, namun tak lama berselang muncul proyek Central Bisnis Distrik (CBD) dengan nilai kontrak kisaran Rp380 miliar yang juga dikerjakan oleh CGA, dimana lokasi CBD itu sendiri adalah berada dilokasi RWP.“Sudah kita laporkan ke Kejati Kaltim, dugaan tipikor tersebut,” tandas Sandri Arman.(awi-poskotakaltimnews.com)