2.541 Karyawan di Kukar Dirumahkan

img

(Hamli, Kepala Disnakertran Kukar)

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, TENGGARONG- Kasus PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dan karyawan yang dirumahkan di Kukar melonjak tajam,  semenjaknya meningkatnya kasus Covid-19.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Kukar Hamli mengungkapkan hingga Maret 2021, jumlah karyawan yang terkena PHK sebanyak 949 orang.

“Kasus PHK sejak munculnya Covid-19 pada Maret 2020 terus meningkat, bahkan sampai akhir Desember 2020 jumlahnya banyak. Tapi menginjak 2021 sepertinya ada angin segar, bisnis pertambangan seperti agak menggeliat sehingga dampak PHK tak sebanyak pada 2020,”papar Hamli.

“Hingga Maret 2021, jumlah PHK mencapai 949 orang kemudian karyawan yang dirumahkan sebanyak 1.592 orang sehingga total 2.541 orang,” tambah Hamli kepada Poskotakaltimnews diruang kerjanya, Senin (5/4/2021) pagi.

Perusahaan yang mengambil langkah mem PHK dan merumahkan karyawan bermacam macam, mulai dari perkebunan kelapa sawit sampai perusahaan tambang batubara, namun yang paling banyak adalah perusahaan tambang batubara.”Total perusahaanya ada 25 yang melakukan keputusan PHK dan merumahkan karyawannya,” ucapnya Hamli.

Pada 2020, PHK meningkat karena kondisi penjualan tak bisa dilakukan, apalagi dengan pemberlakukan lockdown sehingga harga jual anjlok.”Tapi 2021 ini seperti nya ada perubahan, penjualan batubara mulai meningkat sehingga PHK berkurang,” tegasnya.(*riz)