Pelaku yang Rekam Tetangga Saat Mandi Terancam 12 Tahun Penjara

img

(Ilustrasi)

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, TENGGARONG- Hanya kata penyelesalan yang dirasakan AK (41) warga Timbau Tenggarong yang melakukan aksi merekam (MDS) tetangganya saat mandi, dan kini harus berurusan dengan polisi dan mendekam dibalik jeruji besi. Pelaku terancam hukuman penjara 12 tahun.

Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting didampingi Kasat Reskrim AKP Herman Sopian mengatakan, terbongkarnya aksi merekam berawal pada tanggal 5 Juni 2021 sekitar pukul 11.19 Wita di rumah kontrakan korban di Kelurahan Timbau Tenggarong, pelaku awalnya sedang memasak di dapur, kemudian mendengar ada suara orang mandi, pelaku langsung penasaran dan memanjat tabung gas LPG untuk melihat siapa yang sedang mandi tersebut.

"Ternyata yang di lihat pelaku adalah MDS (korban), karena takut kepalanya terlihat pada saat mengintip, pelaku berinisiatif untuk mengambil Hp dan membuka aplikasi kamera, lalu mengarahkan kameranya ke lubang yang ada didinding pembatas antara pelaku dan korban" kata Irwan Masulin Ginting kepada media, di Polres Kukar, Selasa (8/6/2021).

Kemudian pelaku menekan tombol rekam sehingga pelaku berhasil menyimpan rakaman video berdurasi 3 menit 34 detik. Aksi itu ketahuan korban dan disampaikan kepada suaminya, sehingga segera melaporkan ke polisi.

Sebelumnya pada 3 Juni 2021 sekitar pukul 08.30 wita, pelaku berniat memasak di dapur, saat di dapur pelaku mendengar orang sedang mandi.

"Tanpa mencari tahu siapa yang sedang mandi tersebut, pelaku langsung mengambil HP dan merekam video, sehingga berhasil menyimpan video yang berdurasi 1 menit 53 detik" ucapnya

"Saat ini pelaku dan barang bukti berupa 1 HP diamankan petugas, pelaku dikenakan Pasal 29 jo Pasal 4 (1) dan Pasal 35 jo Pasal 9/2008 tentang pornografi dengan ancaman minimal 1 tahun dan maksimal 12 tahun penjara" tuturnya.

Sementara itu AK pelaku perekam tetangga mandi itu mengaku menyesal. tidak menyangka kalau perbuatanya itu hukumannya sampai 12 tahun penjara.

"Saya sangat menyesali atas perbuatan ini, awalnya cuma karena rasa penasaran saja, kemudian saya rekam dan diabadikan" kata pelaku.(*riz)