Dewan Minta Warga Bergandeng Tangan Atasi Lonjakan Covid-19 di Bontang

img

(Bakhtiar Wakkang) 

POSKOTAKALTIMNEWS, BONTANG- Anggota Komisi I DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang, mengusulkan agar penanganan COVID-19 tak ditanggung seluruhnya pemerintah. Dewan menyarankan agar pemerintah dan warga saling bahu membahu.

Politisi dari Partai Nasdem, Bakhtiar Wakkang menyarankan pemerintah bisa menggandeng sejumlah penggiat sosial di masyarakat. Mereka yang tergabung dalam komunitas ataupun kelompok bisa diajak untuk sama-sama menangani pandemi, minimal menjadi garda isolasi mandiri (Isoman).

"Banyak kakak adik-adik kita yang sukarela mau membantu. Mereka hanya perlu diajak saja. Pemerintah jangan canggung untuk ajak mereka," ujarnya.

BW-sapaan akrabnya mengatakan, penanganan pandemi ini tak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. Perlu kesadaran bersama supaya penularan virus bisa ditekan.

Usulan juga disuarakan Abdul Haris. Anggota DPRD dari Fraksi PKB ini mengusulkan agar relawan garda isoman dibekali pelatihan.

Pelatihan diperlukan supaya bisa membantu warga yang menjalani isolasi dengan baik dan benar.

"Itu penting. Menurut saya, garda isoman tiap RT apakah mereka sudah mengetahui tentang penanganan orang yang terpapar COVID-19," ujarnya di Sekretariat Dewan, baru-baru ini.

Kata Anggota Komisi I DPRD ini, 585 relawan garda isoman menjadi ujung tombak dalam penanganan Covid di lapangan.

Para relawan intens berinteraksi dengan penderita corona, walaupun dengan jarak aman. Butuh pemahaman medis dasar supaya mereka juga aman.

"Misalnya pengetahuan soal medis, atau psikis. Jadi pasien yang jalani isoman juga bisa dapat dukungan moril dari relawan," Katanya.

Berdasarkan data, kasus isolasi mandiri tembus diangka 1.266 orang. Sedangkan, saat ini pembentukan Garda Isoman ditempatkan di 143 posko tingkat RT dengan 5 kelurahan sudah terbentuk.(wan)