Perbaikan Jalan Sebelimbingan-Tuana Tuha Hanya 6 yang Berkontribusi

Admin 12 Feb 2017
img

Ketua Komisi III DPRD Kukar saat monitoring perbaikan jalan rusak dihulu. (foto:ist)

TENGGARONG-Komitmen yang sudah disepakati bersama di DPRD akhir Januari 2017 lalu, untuk melakukan perbaikan jalan dari Desa Sebelimbingan Kota Bangun menuju Desa Tuana Tuha Kenohan, sepertinya tak dijalankan 19 perusahaan. Dari 19 perusahaan yang beroperasi diwilayah hulu Kukar, ternyata hanya 6 perusahaan yang bekerja atau berkontribusi untuk melakukan perbaikan jalan yang rusak, sekitar 10 km.
Sabtu (11/2/2017) lalu, Ketua Komisi III DPRD Kukar melakukan inspeksi ke lokasi jalan rusak Sebelimbingan-Tuana Tuha.
“Perbaikan belum maksimal, karena hanya ada enam perusahaan dari 19 perusahaan yang melakukan perbaikan, sehingga ketika kita tinjau belum menyeluruh hasilnya,” kata Ketua Komisi III H Salehudin yang saat monitoring langsung turut didampingi perwakilan Fraksi PAN Aini Faridah, H Ahmad Yani dari Fraksi PDIP dan H Khairil Anwar dari Fraksi PKS.
Dalam tinjauan yang dilakukan para Anggota DPRD tersebut turut hadir pula Unsur Muspika Kecamatan.
Enam perusahaan yang sejak pertama turut serta dalam perbaikan yakni PT. Manunggal Adi Jaya (MAJ), PT. Akasia Andalan Utama (AAU), Rea Kaltim, PT. Silva Rimba Lestari, Tunas Prima Sawit (TPS), PT. Agro Bumi Kaltim (ABK). Perusahaan yang tidak kontribusi diantaranya ialah PT Indonesia Pratama, PT. Bara Tabang, PT. Petrosea, PT. Karunia Wahana Nasa, PT. Rencana Mulia Baratama, PT. Enggang Alam Sawita, PT. Silva Duta.
H Salehudin, menambah kalau DPRD pada Selasa (14/2/2017) akan menjadwalkan pertemuan dengan mengundang seluruh perusahaan, dan wajib pimpinan perusahaan yang hadir.
“Kalau tidak ada itikad baik kita balcklist perusahaan yang mangkir dan kita sepakati tidak boleh menggunakan jalan tersebut sampai kapanpun hingga mereka turut berkontribusi. Jadi silahkan gunakan jalur sungai saja,” kata H Salehudin.
Sementara Community Development Rea Kaltim Adriana Kila menerangkan jika dicatat secara keseluruhan perusahaan yang beroperasi di tiga Kecamatan sebenarnya bukan 19 perusahaan tetapi 21 perusahaan. “Saat ini yang telah kita kerjakan sudah semampu kita, baik unit alat berat maupun material batu gunung. Kita sudah lakukan komunikasi terus-menerus dengan pihak perusahaan yang belum berkontribusi, malah kita langsung berikan nomor HP bapak si-penjual batu gunung ke mereka agar mereka benar-benar percaya. Saat ini kita masih kekurangan bahan material sebanyak 2436 m3,” terang Ana sapaan akrabnya.
Selain itu juga pada proses perbaikan jalan yang dilakukan enam perusahaan, dilapangan ternyata adanya gangguan yang lakukan oleh oknum LSM .
Kapolsek Kota Bangun Choriyan, tidak menampik kabar tersebut dan menegaskan jika LSM tersebut ditengarai mencoba memberikan jasa bantuan dan turut serta dalam hal pekerjaan dilapangan. “Iya ada dua LSM yaitu LKK dan PP, mereka awalnya mondar mandir di area perbaikan jalan kemudian menawarkan bantuan dan turut serta mengatur-atur perbaikan yang dirasa pihak perusahaan cukup mengganggu pekerjaan mereka dilapangan,” ungkap Choriyan. (awi/poskotakaltimnews.com)

Admin
RELATED POST