DPRD Kukar Gelar RDP, Bahas Perbaikan Jalan di Muara Kaman

img

Wakil Ketua DPRD Alif Turiadi saat memimpin RDP.

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR- DPRD Kukar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait perbaikan jalan Muara Kaman Ilir menuju Benua Puhun tembusan Teratak menuju Desa Sanggulan.

Pertemuan berlangsung di ruang Badan Musyawarah (Banmus), Senin (18/10/2021),  dipimpin Wakil Ketua DPRD Kukar Alif Turiadi, dihadiri anggota DPRD dari Dapil II yakno Firnadi Ikhsan, Kamarur Zaman, kemudian Camat Muara Kaman  Surya Agus, dan Pemerintah Desa, serta perwakilan masyarakat.

Sementara dari OPD (Organsasi Perangkat Daerah) terkait tak ada satupun perwakilan yang hadir dalam pertemuan tersebut.

RDP tersebut membahas kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah, dan perlu adanya perhatian pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, karena akses tersebut sangat penting menghubungkan beberapa desa yang ada di Kecamatan Muara Kaman.

Wakil Ketua DPRD Alif Turiadi mengatakan, masyarakat desa meminta adanya perbaikan jalan, karena jalan tersebut rusak, sulit untuk dilewati apalagi saat musim penghujan.

Masyarakat yang ingin mengurus administrasi maupun lainnya harus memutar lebih jauh dari jalan yang seharusnya bisa ditempuh 15 menit saja.

"Mereka datang ke Kecamatan atau ke kota harus menyebrang sungai dua kali" kata Alif Turiadi.

Lanjut dia, masyarakat meminta minimal ada peningkatan jalan terlebih dahulu, meskipun belum ada semenisasi, panjang jalan yang rusak sekitar 30 Km.

"Maka dari itu kami mengadakan pertemuan dengan pemerintah Kecamatan maupun Desa, dan Dinas terkait untuk memecahkan masalah yang terjadi sekian lama, namun dari Dinas PU tidak hadir dalam pertemuan ini, saya sangat kecewa" ucapnya.

Tambah dia, pertemuan ini menjadi catatan bersama, hal ini akan disampaikan kepada Bupati Kukar Edi Damansyah untuk memberikan skala prioritas, karena jalan merupakan akses penghubung antar desa, dan roda ekonomi juga bisa berjalan dengan baik.

"Kita kawal dengan baik, karena sudah 5 tahun jalan ini tidak ada realisasi pembangunan" jelasnya.

Menurutnya, penyebabnya belum terealisasi karena tidak dikawal dengan baik, atau bagaimana komunikasinya dengan Bappeda, atau selama ini anggarannya banyak tersedot ke Dapil lain.

Sementara itu Camat Muara Kamam Surya Agus menuturkan, ada sekitar 30 Km ruas jalan yang rusak parah, jalan tersebut akses utama menghubungkan antar desa.

"Kondisi saat ini belum optimal, seperti akses jalan Muara Kaman Ilir sekitar 5 Km, di Rantau Kembang ada 7 Km, di Benua Puhun ada 9 Km, dan masih banyak desa desa lainnya yang akses rusak parah, dengan jumlah total ada 30 Km" ujar Surya Agus.

Harapannya, pemerintah daerah segera melakukan pembangunan jalan, baik menggunakan APBD Murni maupun APBD Perubahan, karena akses jalan tersebut sangat penting.(*riz/adv)