Oknum PNS Kukar jadi Pencuri di 13 Tempat

Admin 13 Feb 2017
img

tersangka pencurian yang pelakunya ternyata seorang PNS Kukar.foto indra

    TENGGARONG, FA (31) Seorang Oknum PNS Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Inspektorat Kabupaten Kukar, di tangkap Tim Opsnal Polsek Tenggarong lantaran ingin mencoba  mencuri di Kantor Tata Usaha (TU) SMP I Tenggarong di Jalan Imam Bonjol Kecamatan Tenggarong, Kukar, tepatnya di Eks Rumah Dinas Kecamatan Tenggarong, Jumat (10/2/2017) malam.
    Kapolres Kukar AKBP Fadillah Zulkarnaen melalui Kapolsek Tenggarong AKP Djauhari di dampingi PS Kanit Reskrim Polsek Tenggarong Aiptu M. Wiwin mengatakan, modus tersangka yakni mengambil barang-barang di kantor yang dalam keadaan kosong sehingga mudah di ambil dan pelaku menggunakan linggis untuk mencongkel pintu maupun jendela.
    "Jadi tersangka mengambil barang-barang yang dirinya inginkan lalu di bawa menggunakan sepeda motor dengan cara menggansur dan juga menggunakan mobil, yang mana sebagian barang hasil curiannya di jual kepada warga dengan harga yang bervariasi." ujarnya.
    Sementara itu untuk saat ini Opsnal Polsek Tenggarong berhasil mengunggkap 13 TKP yang tersangka lakukan pencurian. Ke 13 belas TKP tersebut yakni Kantor Dharma Wanita Tenggarong, Kantor Wisma PKK, Dinas PU, Angkringan Cozi di Jalan Patin Depan DPRD Kabupaten Kukar, Eks Rumah Sakit Parikesit Tenggarong, Rumah Dinas Camat Tenggarong, Warung Pandan Wangi serta Rumah kosong di Mangkurawang, Kantor CGA Jalan Walter Monginsidi, Kantor Koni dan juga Mushola di Jalan Pesut. "Untuk sementara ini kasunya kita masih kembangkan terkait adanya TKP lainya." ujarnya.
    Penangkapan tersangka bermula pada Jum'at (10/2) pukul 20.00 wita, mau mencoba melakukan pencurian dengan cara mencongkel jendela dengan menggunakan linggis di Kantor Tata Usaha SMP I Tenggarong, namun aksinya tersebut di ketahui oleh Wakar tempat tersebut yakni Ardiansyah yang melihat adanya cahaya lampu senter dan bayangan orang yang sedang mencongkel daun jendela.
    "Saksi pun langgsung menyalakan lampu senter dan berteriak maling dan kemudian tersangka melarikan diri dan setelah di kejar tidak di temukan, namun ketika saksi mengcek disekitar TKP menemukan barang barang milik tersangka yang tertinggal berupa 1 unit Sepeda Motor Yamaha Xeon warna Hijau KT 5597 OT, 1 buah linggis besi, 1 pasang sandal warna coklat." Ucapya.
    Atas kejadian itu sang wakar langgsung melaporkan ke Polsek Tenggarong guna diproses hukum lebih lanjut, lalu sekitar pukul 21.00 wita Anggota Opsnal Polsek Tenggarong melakukan penyelidikan terhadap kasus percobaan pencurian tersebut berdasarkan beberapa barang bukti yang tertinggal di TKP didalam Jok motor terdapat dompet yang berisikan identitas terlapor dan kemudian dilakukan pengejaran terhadap pelaku.
    "Setelah dilakukan pengembangan Anggota Opsnal Polsek Tenggarong pun berhasil menangkap tersangka yang bersebunyi di semak - semak jalan Stadion Timur 1 Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong, Pada Sabtu (11/2) sekitar pukul 02.00 Wita." Jelasnya.
    Adapun barang bukti yang di dapat yakni berupa 1 unit Kulkas 2 pintu warna biru merk Sharp, 1 set Tape warna silver merk Sony, 1 unit CPU Built Up, 1 unit Monitor merk LG, 1 unit monitor merk Skyview, 1 unit Dispenser merk Miyako warna putih, 1 unit Dispenser merk zerowatt warna hitam, 1 unit Ps 3, unit TV Tabung 29 Inch warna Hitam Merk Sharp serta unit TV LCD 24 Inch warna Hitam Merk Polytron, 1 unit Printer warna putih merk Canon Type MG 2570 dan juga 1 unit Infocus.
    Wiwin juga menambahkan, Tersangka sudah menjalan kan aksi pencurin selama 1 tahun yakni mulai bulan Febuari 2016 dengan seorang diri dan biasanya tersangka menjalankan aksinya mulai dari pagi maupun malam hari.
    Tersangka juga bermain judi Online serta saat di test urin positif menggunakan Narkotika jenis Sabu. "Kini tersangka serta barang bukti diamankan di Polsek Tenggarong untuk pengembangan lebih lanjut dan tersangkan terancam pasal 363 KUHP Jo 65 Pencurian dan pemberatan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara." tambahnya .
    Sementara itu Fa mengaku dirinya melakukan pencurian lantaran dia sering kewarnet untuk bermain judi online poker untuk membeli Chip poker dan juga pengaruh banyak hutang. "Gaji juga sudah tidak ada lagi karena sudah di potong oleh Bank karena pinjaman, yang masih hutang 80 juta." Katanya.(dra/poskotakaltimnews.com)

Admin
RELATED POST