PT Indominco Mandiri Diduga Lakukan Pencemaran Lingkungan

img

TENGGARONG. Sidang lanjutan terhadap PT Indominco Mandiri, kasus dugaan penyemaran lingkungan terhadap lingkungan perumahan warga yang terdapat B3 berupa fly ash dan bottom ash ke lingkungan sekitar tanpa izin, Pada Jumat (13/10) kemarin sudah memasuki sidang ke delapan. 

Dalam persidangan yang di laksanakan di Pengadilan Negeri Tenggarong tersebut menghadiran dua saksi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim John Sarman SH, dan hakim anggota Kemas SH dan Riko SH.

 

Menurut Jaksa Penuntut Umum Nadrah Nasir pelanggaran oleh PT Indominco Mandiri diduga melakukan penetapan hasil limbah yang tidak berizin. "Dampaknya yang terutama bisa merusak lingkungan, karena kalau yanh ditaruh di tempat terbuka, tanpa disimpan dan langsung bersentuhan dengan tanah serta terkena hujan sehingga nantinya akan masuk resapan tanahnya itu nanti akan merusak air sumur yang di konsumsi oleh masyarakat sekitar dan juga berdampak terhadap penyemaran udara.ā€¯katanya.

 

Selain itu Humas PN Tenggarong Titis Tri Wulandari menambahakan dalam persidangan terhadap terdakwa atas nama Kirana Limpopayon yang merupakan dari PT Indominco Mandiri tersebut sudah menghadirkan sebanyak delapan kali saksi. "Untuk saksi di persidangan kedelapan kali ini, terakhir tadi dihadirkan dari (KLHK) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Yang mana saksi sudah di hadirkan dari penuntut umum." Katanya 

Titis menjelaskan untuk sidang selanjutnya dijadwalkan akan melakukan pemeriksaan setempat yaitu sidang di tepat yang meninjau lokasi secara langsung keadaan setempat pada hari Kamis (19/10) mendatang.dra/poskotakaltimnews.com