Unikarta Sambut Baik Kebijakan Mendikbudristek Soal Skripsi Tak Wajib

img

Prof Ince Raden

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,KUTAI KARTANEGARA- Kebijakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim terkait tidak lagi mewajibkan mahasiswa untuk membuat skripsi sebagai tugas akhir, mendapat tanggapan positif Rektor Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) Prof Ince Raden.

Prof Ince Raden mengatakan, kebijakan itu pastinya sudah melalui pertimbangan pertimbangan, serta diskusi yang sangat detail, tidak mungkin pemerintah ujuk ujuk mengeluarkan kebijakan yang berkaitan dengan tugas akhir mahasiswa.

"Intinya kami (Unikarta) menyambut baik, tinggal nanti di internal saja harus betul betul punya aturan main, yakni memiliki pedoman akademik, dan melakukan perubahan ditingkat level program studi," kata Ince Raden kepada Poskotakaltimnews, di Unikarta, Senin (4/9/2023).

Ia menyebutkan, Unikarta akan melakukan penyesuaian penyesuaian terkait dengan kebijakan baru tersebut. Sementara saat ini mahasiswa Unikarta masih mengaplikasikan atau membuat skripsi sebagai tugas akhir perkuliahan.

"Berkaitan dengan kebijakan baru tersebut, mungkin bisa diterapkan 2 tahun kedepan. Karena kita masih menyiapkan perangkat perangkatnya," sebutnya.

Ia menilai, lulusan tanpa skripsi itu artinya bukan memiliki kualitas yang rendah, justru ada konversi lain yang langsung bersentuhan dengan dunia kerja. Sehingga kedepan mahasiswa bisa memilih apakah tetap mengerjakan skripsi untuk tugas akhirnya, atau memilih jalur lain.

"Aturan tersebut memberikan kreativitas bagi perguruan tinggi, tetapi tetap dalam tataran peningkatan kualitas agar menyambut transisi dari dunia skripsi ke dunia kerja itu sudah lebih dekat," ungkapnya.(riz)