Disbun Harapkan Pengawasan Terhadap Timbangan Ramp Truk TBS Harus Rutin
Oleh Admin2 menit baca1.432 dibaca

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Naiknya harga panen Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit beberapa hari belakangan hingga menjelang akhir tahun ini masih terus berlanjut di Kabupaten Berau.
Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Berau Lita Handini pun menilai efek positif panen kelapa sawit tersebut harus diimbangi dengan ada peningkatan pengawasan terhadap timbangan ramp truk angkut TBS di setiap Kecamatan.
“Diskoperindag diharapkan bisa makin meningkatkan pengawasan terhadap potensi bertambah lagi kehadiran timbangan ramp truk TBS di setiap Kecamatan,” ucapnya Senin (23/12/2024).
Pasalnya Dinas Perkebunan tidak mengaturnya. "Jadi silakan pihak manapun yang mau menambah timbangan ramp truk TBS. Tapi kita berharapnya mereka (pengusaha) timbangan terdata dan dikalibrasi oleh Diskoperindag,” sambungnya.
Disisi lain saat di konfirmasi melalui via telepon Suhardi selaku pemilik timbangan kelapa sawit di Kecamatan Segah, Kampung Harapan Jaya memberikan keterangan terkait naiknya harga Tandan Buah Sawit (TBS) hanya berlaku di pabrik.
"Kendatipun hanya di pabrik saja kami harap timbangan tetap mengikuti harga biasanya yakni 2.500 hingga 2.700 ribu per kilo" terangnya.
Kendati demikian dengan naiknya harga kelapa sawit yang kini menyentuh angka 3.000 rupiah per kilogram sangat berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat.
" kami berharap kenaikan ini akan berangsur lama, Pasalnya harga TBS cenderung naik turun setiap bulanya" pungkasnya
Lebih lanjut kadis Perkebunan juga berharap kepada Diskoperindag dengan rutin laksanakan kalibrasi timbangan ramp truk TBS yang kini tersedia di beberapa kecamatan maka patokan harga bisa terus sesuai dengan nilai jual Nasional mau pun Provinsi.
“Jangan sampai ada tipu-tipu berat bersih TBS naik ke timbangan ramp truk. Apa lagi sawit sekilo sekarang besar harganya,” tuturnya.
Apa lagi saat aktivitas timbangan ramp truk TBS mencapai berton-ton sambung dia berharap peran pengawasan Diskoperindag Berau bisa maksimal.
“Terutama kalibrasi alat timbangan itu bisa berjalan maksimal. Selama ini saya rasa mereka hanya melakukan kalibrasi di pabrik,” bebernya.
Sehingga dirinya besar harapan agar kegiatan kalibrasi timbangan ramp truk TBS yang tersedia pada pinggir jalan Poros Berau ke pesisir, perbatasan atau ke Hulu bisa ada pengawasan maksimal.
“Kita berharap yang di pengepul-pengepul itu juga harus diawasi dan dikalibrasi supaya tidak tipu-tipu. Karena kita berharap petani mandiri juga bisa dapat hasil maksimal,” pungkasnya. (Sep/FN)



