Rabu, 28 Oktober 2026
Poskotakaltimnews.com
Iklan
DPRD BERAUAdvertorial

Tingginya Harga Barang Di Berau Akibat Peti Kemas Pulang Kosong, Rudi Minta Pemkab Manfaatkan Dengan Ekspor Produk Unggulan

Oleh Admin1 menit baca1.273 dibaca

Tingginya Harga Barang Di Berau Akibat Peti Kemas Pulang Kosong, Rudi Minta Pemkab Manfaatkan Dengan Ekspor Produk Unggulan
BagikanWhatsAppFacebookX

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Mahalnya harga barang di wilayah Berau diduga disebabkan oleh sistem distribusi logistik yang belum efisien. Salah satu faktor penyebab utama karena banyaknya peti kemas yang kembalinya kosong, setelah mengirim barang ke Berau.

Sebagaimana disampaikan Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P. Mangunsong, bahwa kondisi lainnya yang menjadi beban  adalah, biaya pengiriman yang harus ditanggung sepenuhnya oleh barang yang masuk, sehingga berdampak pada mahalnya harga barang di pasaran.

"Saya dapat informasi, sebagian besar peti kemas yang kembali ke pelabuhan besar itu dalam keadaan kosong. Artinya, ongkos baliknya dibebankan ke harga barang yang masuk ke Berau," ungkapnya saat ditemui di Kantor Dewan Jalan Gatot Subroto Kelurahan Sei Bedungun.

Ia menegaskan pentingnya Pemkab Berau untuk mendorong produksi barang-barang unggulan lokal agar dapat diekspor keluar daerah, sehingga peti kemas tidak kembali kosong dan bisa menekan biaya logistik.

"Untuk itu kita harus menghasilkan produk unggulan, bukan hanya unggulan secara administrasi atau sekadar menerima penghargaan. Unggulan itu harus berupa produk yang benar-benar bisa meringankan beban masyarakat, misalnya dari sektor perikanan, kerajinan, maupun hasil hutan non-kayu," ujarnya.

Rudi juga menekankan bahwa penguatan UMKM menjadi kunci dalam membangun sektor-sektor produktif. Ia juga mendorong pengembangan sektor perikanan, baik tangkap maupun budidaya, serta pemanfaatan potensi hasil hutan non-kayu yang masih melimpah di Kabupaten Berau.

"Jika peti kemas yang keluar dari Berau membawa produk-produk lokal, maka biayanya akan lebih efisien dan harga barang di dalam daerah pun bisa ditekan," tambahnya.

Ia berharap Pemkab Berau segera menyesuaikan kebijakan pembangunan ekonomi dengan visi dan misi daerah, serta fokus pada pemberdayaan sektor-sektor riil yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. (sep/FN/Advertorial)

BagikanWhatsAppFacebookX