Trade Expo Indonesia Buka Peluang Ekspor UMKM Kaltim ke Pasar Internasional

img

POSKOTAKALTIMNEWS, TANGERANG : Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni dan Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menjadi saksi penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Aqua Conv S.A. dari Kamerun dan PT Ganiya Bogatama dari Kutai Kartanegara.

Penandatanganan tersebut berlangsung dalam The 2nd Indonesia-Cameroon Business Forum yang digagas Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Kamerun, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan 41st Trade Expo Indonesia, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Jumat (16/10/2026).

Penandatanganan MoU itu turut disaksikan Duta Besar RI untuk Kamerun Agung Cahaya Sumirat, Direktur Kerja Sama dengan Negara Berkembang Kementerian Ekonomi, Perencanaan, dan Pembangunan Regional Kamerun Dr Nana Emmanuel Mbafong, serta Wakil Ketua Komite Tetap Afrika Kadin Indonesia Sylvie Tomasoa.

Sri Wahyuni mengapresiasi kesepakatan tersebut, khususnya terkait pemasaran produk hilirisasi perikanan yang menjadi unggulan PT Ganiya Bogatama. Produk tersebut meliputi abon ikan gabus, tuna, dan nila, camilan dan makanan ringan berbahan ikan, makanan olahan dan beku (frozen food), hingga ikan asin kemasan vakum.

Sri mengatakan, keikutsertaan UMKM Kaltim dalam Trade Expo Indonesia menjadi kesempatan strategis untuk memperluas jaringan usaha dan menjajaki peluang transaksi dengan mitra bisnis, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Kita bersyukur dan menyambut baik bahwa dalam gelaran Trade Expo ini sudah banyak UMKM Kaltim yang bisa bertransaksi dengan pihak luar. Di stan Kaltim yang diisi banyak pelaku UMKM, sudah banyak yang membangun komunikasi dengan calon pembeli. Ada yang akan menindaklanjuti dengan Letter of Intent (LoI), ada pula yang diminta menyempurnakan produknya dalam tiga bulan ke depan,” ujar Sri Wahyuni.

Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi momentum yang baik bagi pelaku UMKM Kaltim untuk memperkenalkan produk mereka kepada pelaku bisnis nasional maupun internasional. Selain membuka peluang pasar, interaksi dengan calon pembeli juga memberikan gambaran mengenai kebutuhan pasar internasional.

“Jadi, ini momen yang bagus sekali bagi pelaku UMKM Kaltim untuk dikenal pebisnis nasional dan internasional. Ini juga menjadi bahan evaluasi bagi kita mengenai apa yang dibutuhkan pasar internasional dan apa yang bisa kita fasilitasi dari pemerintah provinsi,” jelasnya.

Sri Wahyuni juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada lembaga serta perusahaan yang berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (PPKUKM) Kaltim dalam mendukung pelaku UMKM di kabupaten dan kota se-Kaltim.

Sejumlah lembaga dan perusahaan tersebut berperan sebagai bapak angkat yang membantu membuka akses pasar bagi produk UMKM. Di antaranya Bank Indonesia, PT KPC, PT Berau Coal, PT Kaltim Nitrat Indonesia, PT Pupuk Kaltim, PHM, dan sejumlah mitra lainnya.

“Ini bapak-bapak angkat yang kemudian memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM Kaltim untuk bertemu dengan pasarnya. Inilah collaborative governance yang kita lakukan. Mudah-mudahan ke depan lebih banyak lagi perusahaan yang menjadi bapak angkat dan bisa membawa UMKM Kaltim naik kelas,” pungkasnya.

Selain PT Ganiya Bogatama, pelaku UMKM asal Bontang, Tn Fisher, yang mengandalkan produk unggulan keripik ikan bawis, juga menandatangani MoU dengan Cameroon Aquaculture SARL dalam forum tersebut.

Turut hadir Staf Ahli Menteri Luar Negeri Bidang Diplomasi Ekonomi Zelda Wulan Kartika, Kepala Dinas PPKUKM Kaltim Heni Purwa Ningsih, beserta jajaran.(mar)