Kukar Jadi Daerah Pertama Pelaksana Festival Lokal Gemini Academy Impact Awards 2026
Oleh Admin3 menit baca8 dibaca

KUKAR, POSKOTAKALTIMNEWS : Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi daerah pertama di Indonesia yang melaksanakan Festival Lokal Gemini Academy Impact Awards 2026.
Kegiatan yang berfokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran tersebut dibuka Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, di Gedung Putri Karang Melenu (PKM), Tenggarong Seberang, Selasa (27/10/2026).
Kukar terpilih setelah melalui proses seleksi dari 514 kabupaten/kota di Indonesia.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 daerah masuk tahap kurasi hingga akhirnya 10 kabupaten/kota terpilih untuk menyelenggarakan festival tersebut.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan teknologi AI di lingkungan pendidikan, khususnya bagi para guru di Kukar.
Pelaksanaannya juga mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Kita merasa bangga karena Kukar menjadi daerah pertama untuk dilaksanakan kegiatan festival ini,” ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan AI dalam pembelajaran perlu terus dikembangkan agar dapat membantu guru menyampaikan materi secara lebih menarik dan mendorong semangat belajar siswa.
Namun, penggunaan teknologi tersebut harus tetap menempatkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai bagian penting dari proses pendidikan.
“Di tengah arus era 5.0, kita berharap teknologi ini bukan lagi menjadi yang terdepan, akan tetapi ada perspektif humanity dan society yang menjadi leaders dari proses penguatan teknologi itu sendiri,” kata dia.
Ia menjelaskan, Festival Lokal Gemini Academy Impact Awards tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi AI, tetapi juga dampak yang dihasilkan dalam proses pembelajaran.
“Gemini Award ini lebih mendekatkan pada dampaknya, bukan pada produksi AI-nya sendiri, akan tetapi pada dampak yang ditimbulkan dari penggunaan AI sebagai metode atau alat pembelajaran,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah, menyebut terpilihnya Kukar sebagai salah satu dari 10 daerah pelaksana merupakan hasil proses kurasi yang perlu diapresiasi.
Ia mengatakan, festival ini berlangsung selama dua hari dengan melibatkan 200 guru dari jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang berasal dari 20 kecamatan di Kukar.
Dalam pelatihan tersebut, para guru dibekali materi pemanfaatan AI untuk mendukung penyampaian pelajaran, termasuk mengemas materi menjadi video pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami siswa.
Narasumber dalam kegiatan ini di antaranya berasal dari PT Reformasi Generasi Indonesia, mitra Google Indonesia.
Ia menjelaskan, AI dapat menjadi alat bantu untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan membangun semangat siswa.
Meski demikian, teknologi tersebut tidak dapat menggantikan peran guru dalam mendidik dan membentuk karakter anak.
“Kalau dia mengajar saja, itu mudah. Kasih saja AI untuk mengajar, selesai. Tapi kalau mendidik, bagaimana anak-anak kita itu berkarakter, berakhlak, itu yang nanti akan membawa Kukar ini menjadi daerah yang lebih maju lagi,” tegasnya.
Ia menyebut, guru yang telah memiliki kemampuan dan sertifikasi sebagai pelatih diharapkan dapat membagikan pengetahuannya kepada rekan sejawat. Dengan demikian, penerapan AI dalam pembelajaran dapat meluas ke lebih banyak sekolah di Kukar.
Ia menyebut, hampir seluruh kecamatan telah memiliki tenaga pendidik yang mengikuti jenjang sertifikasi sebagai coach atau trainer.
Keberadaan mereka diharapkan membantu memperluas pemanfaatan teknologi sekaligus menjaga peran guru dalam membimbing siswa.
“Kita harapkan ini bisa mengimbaskan ke teman-teman yang lain. Kalau cuma satu saja di sekolah ini bisa menjadi lima, itu kan suatu hal yang luar biasa. Sehingga pada saat mengajar mereka menggunakan AI sebagai pengantar awal dan memberikan pengetahuan yang tetap disentuh dengan hatinya,” pungkasnya. (Adv/Kriz)




