Kematian Dokter Terus Bertambah Akibat Terinfeksi Corona
Petugas medis membawa pasien ke ruang isolasi saat simulasi penanganan pasien virus corona.dok. ANTARA
JAKARTA --Tim Mitigasi Pengurus Besar
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengungkapkan kematian dokter terus
bertambah. Sampai Sabtu (3/10) kemarin tercatat 130 dokter meninggal setelah
terinfeksi virus corona (Covid-19).
Wakil Ketua Tim Mitigasi PB IDI Ari
Kusuma mengatakan kehilangan tenaga kesehatan merupakan kerugian besar dalam
penanganan kesehatan di era pandemi. Kejadian ini berpotensi membuat layanan
kesehatan terancam lumpuh.
"Jumlah tenaga kesehatan terutama
dokter di Indonesia sebelum pandemi covid-19 sudah merupakan salah satu yang
terendah di Asia dan dunia. Dengan jumlah dokter yang ada, rata-rata 1 orang
dokter diestimasikan melayani 3 ribu masyarakat," kata Ari dalam siaran
pers Minggu (4/10).
Ia melanjutkan dengan banyaknya korban
dari pihak tenaga kesehatan saat ini, maka ke depannya pelayanan kesehatan pada
pasien, baik covid-19 maupun non-covid-19 akan terganggu karena kurangnya
tenaga medis.
Tim Mitigasi PB IDI berharap masyarakat
tidak menganggap remeh covid-19. Salah satunya, dengan menerapkan protokol
kesehatan yang selama ini disosialisasikan oleh pemerintah pusat dan daerah.
Menurut Ari, selama ini masih ada
masyarakat yang menganggap remeh covid-19 dan abai dengan protokol kesehatan.
Hal tersebut menjadi bukti masyarakat tidak peduli dengan keselamatan tenaga
kesehatan.
Diketahui, berdasarkan data Tim Mitigasi
PB IDI, 130 dokter itu terdiri dari 67 dokter umum, 61 dokter spesialis, dan
dua dokter residen. Jumlah tersebut tidak termasuk dokter gigi yang meninggal
akibat terpapar virus corona.
Para dokter yang meninggal dunia itu
tersebar di 18 provinsi. Rinciannya, 31 dokter di Jawa Timur, 22 dokter di
Sumatera Utara, 19 dokter di DKI Jakarta, 11 dokter di Jawa Barat, 9 dokter di
Jawa Tengah, 6 dokter di Sulawesi Selatan, 5 dokter di Bali.
Kemudian, di Kalimantan Selatan,
Sumatera Selatan, dan di Aceh masing-masing 4 dokter. Lalu, di Kalimantan Timur
dan Riau masing-masing tiga dokter.
Selanjutnya, di Kepulauan Riau, DIY, dan
NTB masing-masing 2 dokter. Serta di Papua Barat, Banten, dan Sulawesi Utara
masing-masing 1 dokter.
Pada akhir September lalu, IDI mencatat
ada 127 dokter meninggal akibat covid-19. Selain itu, juga tercatat ada 9
dokter gigi dan 92 perawat meninggal dunia.(*)
Sumber :CNNIndonesia.com