Wagub : Penting Diajarkan Seni Budaya Sejak Dini
Oleh Admin2 menit baca2.823 dibaca

Hadi Mulyadi
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-Wakil Gubernur Kaltim H Hadi
Mulyadi mengatakan, Provinsi Kaltim yang
terdiri 10 Kabupaten kota memiliki keragaman seni dan budaya disetiap daerah, oleh karena itu untuk tetap
menjaga dan melestarikannya, tentu diperlukan keterlibatan dan peran orang tua,
para seniman, para guru mulai TK sampai tingkat SMA untuk memperkenalkan
serta mengajarkan seni budaya yang
dimiliki tersebur agar tetap lestarai sepanjang masa.
Ditengah terjangan budaya asing, lanjut Hadi Mulyadi peran orang tua, para seniman, serta para guru-guru disekolah, memiliki pekerjaan rumah yang berat untuk mengenalkan budaya bangsa pada anak-anaknya. Apalagi jika sejak kecil anak tidak dikenalkan dengan budaya sendiri, maka akan sulit membuatnya mencintai bangsanya.
“Oleh karena itu, keragaman seni budaya yang kita miliki harus diperkenalkan pada anak sejak kecil. Apalagi Kaltim dan Indonesia umumnya terdiri dari ribuan pulau yang membuat seni budayanya semakin beragam. Ada banyak kesenian dan budaya daerah yang kita dimiliki, dan itu penting diperkenalkan dan ajarkan kepada anak-anak sejak dini,” kata Hadi Mulyadi pada acara penyerahan hadiah bagi pemenang baca puisi tingkat SMA/SMK se Kaltim, di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, belum lama ini.
Hadi Mulyadi menambahkan, Imam Safi’i pernah mengatakan “Belajarlah Ilmu Hitung Agar Kuat Nalarmu. Dan Belajarlah Sastra Agar Halus Budimu”. Ternyata apa yang disampaikan beliau (Imam Safi’i) itu, sepulu abad kemudian setelah beliau wafat, berkesesuaian dengan otak kiri dan otak kanan, bagi meraka yang ingin sukses , harus bisa mengaktifasi kedua otaknya sekaligus yaitu belajar sastra dan ilmu hitung.
“Mangaktifasi kedua otak kita akan membuat kita cerdas secara linier, tetapi juga kreatif berdasarkan otak kanan. Makanya kadang kita menemukan orang pintar tapi tidak kreatif, karena otak kananya tidak diasah, sebaliknya ada orang kreatif tetapi banyak melanggar aturan, karena otak kirinya tidak diatur dengan baik, oleh karena kita harus mengaktifasi otak kiri dan otak kanan sekaligus,” tandasnsya.
Mantan Legislator Karang Paci dan Senayan itu merasa bangga dan bersyukur, kepada para orang tua, sekolah-sekolah yang sejak dini sudah mengajarkan seni budaya kepada anak-anak, karena dengan mengajarkan seni budaya sejak dini, berarti mengajarkan mengaktifasi otak kiri dan kanan.
“Kalau otak kiri pasti diajarkan pelajaran-pelajaran akademis yang masuk korikulum sekolah misalnya matematika, fisika, oleh karena itu perlu mengaktifasi otak kiri dan otak kanan, dan divitalisasi fisik dengan berolahraga, agar nantinya para generasi kita tumbuh menjadi genaresi yang tanggu dan handal dalam berbagai bidang,” pesannya
Hadi Mulyadi mengakui sudah mengaktifasi otak kiri dan otak kanannya, dengan melakukan berbagai kegiatan seni, berbagai kegiatan olahraga juga sudah dilakukan, kalau seni dengan berkarya membuat pantun, puisi, bernyanyi dan bermain drum.
“Kalau kegiatan olahraga, saya bermain bola basket, tenis meja, olahraga berkuda, olahraga otak main soduku, bermain catur, memanah, menyumpit, menembak. Dan saya katakan kepada seluruh generasi muda, tidak ada yang tidak bisa kita lakukan, dan saya tegaskan bukan soal prestasinya, tapi kalau kita mau berkreasi, kreatif dan mau bekerja keras, pasti banyak hal yang bisa kita lakukan,” tegas Hadi Mulyadi.(mar)



