Buka Rakernis Kelautan dan Perikanan se Kaltim 2024, Sekda Sri Berharap Kaltim Menjadi Pusat Budidaya Perikanan
POSKOTAKALTIMNEWS, SAMARINDA : Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni menegaskan, tema Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Kelautan dan Perikanan Kaltim 2024 yaitu Transformasi Ekonomi Peroikanan Budidaya Dalam Upaya Peingkatan Kesejahteraan Pembudidaya, sangat menarik karena saat ini, kita sedang berputat untuk menyiapkan desain tentang transformasi ekonomi,
“Peralihan transformasi ini kan bertransformasi
beralih ke hal yang lebih maju, lebih inovatif, lebih modern, lebih menghasilkan, lebih berdampak, lebih memiliki manfaat sesuai dengan kondisi
yang ada. Saya kira ini temanya sangat
menarik dan menjadi penting karena berkaitan dengan transformasi ekonomi,”tegas
Sri Wahyuni saat membuka Rakernis kelauatan dan Perikanan se Kaltim 2024, di
Hotel Fugo Samarinda, 28 Oktober 2023.
Sektor budidaya perikanan di Kaltim, lanjut
Sri Wahyuni tidak bisa dipandang sebelah mata, karena Kaltim
memang punya banyak potensi perikanan, dan memiliki sumber daya Kelautan dan
Perikanan yang berlimpah, baik di sektor budidaya, maupun dispektur perikanan tangkap.
“Kita
disini tidak berbicarakan sektor perikanan tangkap, tapi bicara tentang sektor perikanan budidaya,
dan ini menjadi isu yang penting, karena tentu ke depan kita tidak bisa
mengandalkan sektor perikanan tangkap saja,
yang tentu punya banyak resiko,
harus punya modal kapal atau
perahu, BBM, tenaga karyawan dan seterusnya, tapi dengan budidaya untuk pemenuhan
kebutuhan perikanan ini bisa dilakukan dengan meminimalisir modal yang
dimiliki,”paparnya.
Sri Wahyuni
mengatakan, budidaya ke depan
diharapkan Kaltim bisa menjadi pusat untuk budidaya kelautan dan perikanan, ada banyak isu disektor perikanan, termasuk Kaltim dalam
angka, dan punya Renstra, punya data statistic, tapi kemudian data itu diapakan, data itu
untuk apa, diproyeksikan untuk sampai
kapan,
“Dan
apakah kita sudah punya rencana pembangunan perikanan untuk 5 tahun,
10 tahun, 15 tahun, 20 tahun,
kenapa kita perlu punya itu,
kalau kita punya rencana pembangunan perikanan, itu yang akan menggaidens kita,
dan rencana pembangunan perikanan ini otomatis nanti teman-teman dari
Fakultas Perikanan bisa melakukan proyeksi 5 tahun, 10 tahun ke depan sektor budidaya, yang bisa
dikembang di Kaltim apa saja,
melihat potensi, pasar dan
konsumsi. Ini beberapa aspek yang
bisa dikembangkan untuk pembangunan perikanan,”paparnya.
kalau
Kaltim punya skema ini, lanjut Sri Wahyuni, tentu akan mudah nanti berbagi peran tentara
provinsi dengan kabupaten kota, karena
pembangunan perikanan ini pasti juga akan terkait dengan kewilayahan, lokasi,
cluster kita mau pembangunan perikanan komoditas apa clusternya di
mana, yang potensial termasuk juga
kulturnya,
“Masyarakat kita ini ada budidaya potensial
tetapi karena kulturnya bukan petani pembudidaya, itu tidak dilakoni, padahal misalnya ada potensial pasar, ada potensial konsumen yang memerlukan untuk
itu, ini
memang perlu sebuah sinergi Bagaimana kemudian perencanaan atau
pembangunan perikanan idealnya itu apakan
5 tahun, 10 tahun, 20 tahun,
dan ini terkait dengan komitmen
kita semua,”tegas Sri Wahyuni.
Kepala Dinas Kalautan dan Prikanan Kaltim
Irhan Hukmaidy melaporkan, kegiatan Rakernis
Kelautan dan Perikanan se
Kaltim bertujuan untuk memperkuat
kerjasama antar pemanngku kepentingan pada sektor kalutan dan perikanan,
meningkatkan pemahaman tentang tantangan dan peluang pembudidaya ikan, serta
membahas strategi dan inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan pembudidaya
ikan.
“Peserta Rakernis terdiri Dinas, badan, Biro lingkup ekonomi Pemprov Kaltim, Dekan Fakultas Perikanan dan Kalautan Unmul, Kepala Dinas Kaluatan dan Perikanan kabupaten kota se Kaltim serta instansi vertikan terkait, sementara nara sumber Direktorat Jenderal Perikanan budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, BPS Kaltim, Bappeda Kaltim, Kadis Perikanan Kaltim dan kepala bidang dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim,” terang Irhan Hukmaidy.(mar)