Berharap Saipul Kembali Pulang, Keluarga Nelayan Hilang di Muara Badak Terus Lakukan Pencarian
Oleh Admin2 menit baca1.654 dibaca

Pencarian Saipul oeh kerabat serta sang Istri/pic : screenshoot
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Di tengah gelombang laut yang tak menentu dan langit yang sering kelabu, para kerabat, anak dan istri Saipul terus berjuang mencari tanda-tanda keberadaan sang ayah dan suami tercinta. Saipul, seorang ship chandler atau penjual kebutuhan kapal, hilang di perairan Muara Badak sejak 20 Desember 2024 lalu.
Diketahui korban merupakan warga RT 12, Desa Muara Badak Ilir, Kecamatan Muara Badak. Sebelumnya Korban bersama rekannya yakni Jawa meninggalkan Pelabuhan Toko Lima di Muara Badak pada 19 Desember 2024 lalu, sekitar pukul 19.00 Wita. Dengan tujuan untuk mengantarkan barang pesanan ke kapal Vesael Ocean Ambitious. Namun naas kapal yang di tumpangi korban kehabisan bahan bakar di tengah-tengah perjalanan.
Hari-hari pencarian yang melelahkan tak membuat semangat keluarga Saipul surut. Istrinya, dengan mata yang berkaca-kaca namun penuh tekad, bersama anak mereka ikut turun langsung ke laut.
Mereka menyisir perairan yang luas, bahkan hingga ke Selat Makassar, berharap bisa menemukan petunjuk sekecil apa pun tentang keberadaan Saipul.
Saipul terakhir kali terdengar kabarnya pada dini hari, 19 Desember 2024, melalui pesan kepada rekannya, Taswin. Dengan nada penuh kecemasan, ia mengabarkan kapalnya hanyut dan meminta pertolongan. Setelah itu, tak ada lagi kabar dari Saipul maupun rekannya, Jawa, yang ikut bersamanya malam itu.
“Sampai sekarang, kami masih berharap ada keajaiban. Setiap kali melihat ombak, rasanya seperti ada pesan yang dibawa dari dia,” ujar sang istri.
Sementara itu Taswin, kerabat Saipul, telah berupaya sekuat tenaga bersama tim Polairud untuk melakukan pencarian. Namun hingga kini, hasilnya masih nihil.
“Kami mohon doanya, semoga Saipul dan Jawa segera ditemukan. Setiap detik pencarian sangat berarti bagi keluarga mereka,” kata Taswin saat dikonfirmasi awak media Rabu (25/11/2024) via telepon.
Sementara itu, Kepala BPBD Kutai Kartanegara, Setianto Nugroho Aji, kembali mengingatkan para nelayan agar tidak memaksakan diri melaut di tengah cuaca ekstrem.
“Kondisi cuaca saat ini sangat berbahaya. Kami mohon para nelayan bisa lebih berhati-hati dan memprioritaskan keselamatan,” ujarnya.
Di antara gelombang laut serta kondisi cuaca yang tidak menentu, harapan keluarga Saipul sangat besar. Mereka percaya, ada secercah harapan untuk menemukan Saipul dan Jawa kembali pulang. (tan)



