Pemdes Loa Janan Ulu Harap Program Bedah Rumah Terus Berjalan untuk Sejahterakan Lansia
Kades Loa Janan Ulu Suparyo. (pic:ist)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR
: Kepala Desa Loa Janan Ulu, Suparyo, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi
atas perhatian pemerintah terhadap masyarakat, khususnya para lansia
diwilayahnya.
Hal ini ia sampaikan saat diwawancarai awak media pada Sabtu (30/08/2025) usai kegiatan peringatan HARGANAS ke - 32 tahun 2025 yang digelar di BPU Desa Loa Janan Ulu dan turut dihadiri Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Anggota DPRD Kukar dan sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab.
Suparyo mengungkapkan
agenda tersebut sebelumnya dijadwalkan akan dihadiri oleh Wakil Menteri BKKBN
RI. Namun karena situasi dan kondisi, kehadiran digantikan langsung oleh Bupati
Aulia bersama Perwakilan Kepala BKKBN Kaltim.
“Alhamdulillah, pada
hari ini sebenarnya direncanakan Ibu Wamen hadir, tetapi karena beliau
berhalangan hadir akhirnya langsung dihadiri oleh Bupati dan Kepala Perwakilan
BKKBN Kaltim,” ungkapnya.
Lebih lanjut Suparyo
mengatakan salah satu program yang mendapat perhatian besar adalah bedah rumah.
Ia menjelaskan, program ini memiliki berbagai sumber pendanaan, mulai dari
Anggaran Dana Desa (ADD), Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), hingga Baznas
Kukar.
“ Jadi dari ADD, desa
mengalokasikan empat rumah per tahun sebagai bagian dari visi-misi kepala
desa,” kata Suparyo.
Selain ADD, Suparyo
mengatakan Dinas Perkim biasanya memberikan dukungan lebih besar dengan jumlah
sekitar 20 hingga 30 rumah per tahun. Bahkan, rumah yang dikunjungi Bupati
dalam kesempatan tersebut merupakan salah satu rumah hasil program dari Baznas
Kukar.
“Kalau dihitung total
per tahun, itu tergantung dari Perkim. Biasanya mereka bisa memberi 20 sampai
30 rumah. Tapi yang pasti dari Dana Desa itu empat rumah per tahun,” jelas
Suparyo.
Ia juga menyebut di
tahun ini, Dinas Perkim telah merealisasikan sekitar 21 unit rumah. Sementara
untuk ADD, dua unit rumah sudah selesai pada tahap pertama, dan dua unit lagi
akan direalisasikan di tahap kedua.
“ Pola pencairan dua
tahap ini sudah berjalan sejak 2022, ketika Loa Janan Ulu ditetapkan sebagai
desa mandiri,” katanya.
“Karena kita ini desa
mandiri, maka pencairan dana memang dilakukan dalam dua tahap. Pola ini sudah
berjalan tiga tahun, sejak status desa naik menjadi mandiri,” tambahnya.
Kades Loa Janan Ulu
ini juga menegaskan, program bedah rumah akan tetap menjadi prioritas desa.
Dari empat kegiatan utama yang masuk dalam visi-misi kepala desa, bedah rumah
dipastikan terus dilanjutkan.
Dirinya berharap melalui ADD dapat terus menopang pembangunan empat unit rumah setiap tahun, ditambah Dinas Perkim yang tidak hentinya memberikan perhatian.
“Harapan kami, bedah
rumah tetap masuk dalam visi-misi pemerintah daerah dan desa. Dari empat
kegiatan prioritas desa, program ini sudah pasti akan terus dijalankan.
Mudah-mudahan ADD Desa tetap bisa mendukung empat rumah per tahun, dan dari
Dinas Perkim juga bisa terus memperhatikan program bedah rumah ini,”
pungkasnya. (Adv/Tan)