Desa Purwajaya Tawarkan Kapsul Herbal Kunyit Hitam Borneo

img

Kepala Desa Purwajaya, Adi Sucipto. (pic:ist)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kembali menorehkan prestasi dengan meluncurkan produk unggulan berbasis herbal.

 

Kali ini, warga setempat memperkenalkan kapsul kunyit hitam bermerek Borneo yang resmi dipamerkan di Tabanan, Bali.

 

Hal tersebut diungkapkan Kepala Desa Purwajaya, Adi Sucipto. Ia menjelaskan bahwa produk tersebut dikelola Dasawisma Anggrek di bawah naungan PKK Desa Purwajaya.

 

Kunyit hitam yang diolah menjadi kapsul herbal ini bahkan mendapat perhatian luas, termasuk dari Rektor Universitas Udayana saat berkunjung.

 

“Produk ini sudah menarik minat banyak pihak. Kunyit hitam yang kami kembangkan menjadi kapsul herbal ‘Borneo’ memiliki nilai tambah besar bagi masyarakat,” ujar Adi saat dikonfirmasi Senin (22/9/2025) lalu.

 

Selain mengembangkan produk herbal, PKK Desa Purwajaya juga aktif menjalankan program tanam cabai dan apotek hidup.

 

Adi menyebut upaya ini membuktikan kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal secara berkelanjutan.

 

“Seluruh produk diolah secara mandiri oleh kelompok perempuan desa kami. Dan melalui pengelolaan yang terarah, hasil olahan tersebut kini memiliki nilai jual di pasaran,” jelasnya.

 

Ia menilai langkah ini sekaligus menambah kepercayaan diri warga untuk mengembangkan usaha berbasis komunitas.

 

“Tahun ini, Pemdes kami berencana memperluas budidaya kunyit hitam melalui kelompok wanita tani. Jadi kapasitas produksi juga bisa meningkat,  sekaligus membuka lapangan kerja baru, khususnya bagi kaum ibu,” terang Adi.

 

“Kami ingin memberdayakan ibu-ibu agar bisa menghasilkan produk berkualitas dengan jangkauan pasar lebih luas. Ini sejalan dengan visi desa untuk memaksimalkan potensi sumber daya manusia,” tambahnya.

 

Adi menambahkan, target berikutnya adalah memperluas pasar produk herbal Purwajaya.

 

“Bali adalah pintu awal. Ke depan, kami ingin menembus pasar ekspor agar produk desa bisa dikenal lebih luas,” tutur Adi.


 Menurutnya, langkah ini menjadi bukti nyata bahwa desa kecil mampu menghasilkan produk bernilai tinggi jika dikelola dengan baik. (Adv/Tan)