Hadi: Anggota Balakar Harus Sigap dan Tidak Boleh 5L
Oleh Admin2 menit baca4.875 dibaca

SAMARINDA- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) selain mempunyai tugas membantu kepala daerah untuk menciptakan suatu kondisi daerah yang aman dan tenteram, sehingga penyelenggaraan roda pemerintahan dapat berjalan dengan lancar, juga memiliki tugas lain yaitu membantu pemerintah dalam penaganan pemadaman hutan dan lahan (Karhutla).
Oleh karena itu, guna meningkatkan pengetahuan dan wawasan anggota Satpol PP dalam pemadaman Karhutla, Kantor Satpol PP Provinsi Kaltim menyelenggarakan pelatihan pemadaman Karhutla, yang secara resmi di buka Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi, yang digelar di Hotel Grand Victoria Samarinda, Kamis (14/11/2019).
Hadi Mulyadi dalam arahannya, sangat bangga terhadap seluruh anggota Balakar , Damkar, PMK, TRC maupun relawan yang selalu bekerja keras dalam memadamkan api, baik saat terjadi Karhutla maupun kebakaran yang terjadi dilingkungan masyarakat, ini pekerjaan yang sangat luar biasa karena dalam melaksanakan tugas tidak mengenal waktu baik siang maupun malam hari.
“ Selain melaksanakan pemadaman, kiranya juga perlu dilakukan edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat untuk selalu menjaga kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran, dengan edukasi tentu diharapkan dapat mengurangi akan terjadinya kebarakaran khususnya dilingkungan masyarakat, seperti memperbaiki kabel listrik yang sering terjadi korsleting listrik, begitu juga dengan kompor, sehingga kita bisa mencengah dan memanimalisir bahaya kebakaran,” tandasnya.
Hadi Mulyadi juga mengharapkan, melalui pelatihan pemadaman Karhutla ini, seluruh peserta pelatihan wawasan dan skilnya dapat bertambah, sehingga apabila terjadi Karhutla maupun kebakaran di lingkungan masyarakat dapat maksimal melakukan tugasnya dan cepat pula memadamkan api bila terjadi kebakaran.
“ Yang terpenting, petugas pemadam kebakaran harus sigap dan tidak boleh 5 L ( loyo, lunglai, letoi, lesu dan lebay) tetapi petugas harus siap siaga, apabila ada penggilan harus siap , jadi anggota pemadam kebakaran matanya tajam, pendengarannya awas, sehingga kapan dan dimanapun harus siap melaksanakan tugasnya ,” tegasnya.
Hadi Mulyadi juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta pelatihan agar dalam melaksanakan tugas, selain bekerja keras, bekerja iklas, selalu bekerjasama serta bekerja dengan cinta, dengan demikian pekerjaan yang berat bisa menjadi ringan, dan yang penting dalam melaksanakan tugas harus selalu disertai dengan doa.
Kepala kantor Satpol PP Provinsi Kaltim di wakili Kepala Bidang Kebakaran Satpol PP Kaltim Rudi Syafriadi dalam laporannya mengatakan maksud pelaksanaan pelatihan pemadaman kebakaran adalah memberikan pengetahuan tentang penanganan Karhutla bagi anggota Satpol PP, Damkar, BPBD, Balakar, PMK, TRC maupun relawan lainnya di Provinsi Kaltim.
“Adapun tujuannya adalah terbentuknya aparat yang profesionalisme di dalam penanganan pemadaman Karhutla, serta terciptanya sinergitas secera terencana, terarah, terukur dan terpadu dalam memanimalisir resiko, bahaya dan kerugian terjadnya Karhutla,” kata Rudi Syafriadi.(mar/poskotakaltimnews.com)



