Cegah Siswa Terjerumus Narkoba, SMPN 1 Tenggarong Gelar Sosialisasi Bersama Polres Kukar
Oleh Admin2 menit baca8 dibaca

KUKAR, POSKOTAKALTIMNEWS : SMPN 1 Tenggarong bekerja sama dengan Polres Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar sosialisasi bahaya narkoba untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang penyalahgunaan narkotika, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan yang diikuti 120 siswa tersebut menghadirkan personel Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Kukar.
Materi yang disampaikan meliputi bahaya narkoba, upaya pencegahan, hingga konsekuensi hukum bagi penyalahgunanya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 1 Tenggarong, Wahyu Perdana Putra, mengatakan peserta sosialisasi merupakan perwakilan dari setiap kelas.
Masing-masing kelas mengirimkan empat siswa agar kegiatan tetap berjalan efektif tanpa mengganggu proses belajar mengajar secara keseluruhan.
Menurutnya, kunjungan kepolisian ke sekolah menjadi kesempatan untuk memberikan pembinaan kepada siswa melalui berbagai materi sesuai bidang tugas masing-masing.
Sebelumnya, SMPN 1 Tenggarong juga menerima sosialisasi dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kukar.
“Polres memiliki agenda setiap minggu untuk turun ke sekolah-sekolah, mulai dari SD, SMP, hingga SMA, guna memberikan sosialisasi berbagai hal sesuai dengan divisinya,” kata dia.
Selain melalui sosialisasi, pihak sekolah juga melakukan pengawasan terhadap perilaku siswa melalui pemantauan langsung dan razia rutin setiap bulan.
Pengawasan tersebut dilakukan di sejumlah lokasi yang berdasarkan informasi menjadi tempat berkumpulnya pelajar.
Ia menjelaskan, upaya pengawasan turut dilakukan melalui koordinasi dengan kepolisian untuk mengantisipasi berbagai perbuatan negatif yang berpotensi dilakukan siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Namun, pengawasan tersebut masih menghadapi tantangan karena aktivitas siswa tidak selalu terpantau oleh pihak sekolah.
Karena itu, menurutnya, pembinaan dan pengawasan perlu dilakukan bersama dengan melibatkan orang tua.
“Kalau boleh jujur, sampai saat ini masih ada siswa yang melakukan perbuatan negatif. Hanya saja, terkadang aktivitasnya tidak terdeteksi oleh pihak sekolah karena dilakukan di rumah atau di luar lingkungan sekolah,” ungkapnya.
Ia berharap sosialisasi dan pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat mengurangi perilaku negatif di kalangan pelajar.
Kerja sama antara sekolah, kepolisian, dan orang tua dinilai penting untuk membentuk karakter siswa yang lebih disiplin serta meningkatkan kesadaran mereka dalam menjaga diri dari pengaruh negatif.
“Harapannya, kegiatan atau aktivitas negatif bisa berkurang, baik di sekolah kami maupun di sekolah lain. Dalam hal ini, peran dan tanggung jawab orang tua juga sangat diperlukan,” tutupnya. (Kriz)



