Pasar Anggana Segera Difungsikan, Penataan Pedagang dan Penguatan Ekonomi Jadi Prioritas
Oleh Admin3 menit baca340 dibaca

KUKaR, POSKOTAKALTIMNEWS : Pemerintah Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mempercepat pemanfaatan Pasar Anggana di Desa Sungai Meriam.
Pasar yang telah dibangun dan direhabilitasi tersebut ditargetkan dapat difungsikan paling lambat Januari mendatang, dengan prioritas penataan pedagang, kelancaran lalu lintas, serta penguatan ekonomi masyarakat.
Camat Anggana, Rokip mengatakan, pihaknya telah membentuk tim percepatan pemanfaatan pasar yang melibatkan pemerintah desa dan sejumlah Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
"Langkah ini dilakukan agar pasar yang telah tersedia dapat segera digunakan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya saat ditemui di Tenggarong pada Selasa (27/10/2026).
Sebelumnya, pihak kecamatan bersama sejumlah pihak telah beberapa kali melaksanakan gotong royong untuk membersihkan kawasan pasar.
Namun, ia menilai kegiatan tersebut perlu diikuti langkah konkret agar pasar tidak hanya selesai dibangun, tetapi juga benar-benar berfungsi sesuai peruntukannya.
“Kalau kita gotong royong terus, jangan sampai nanti dianggap masyarakat hanya tidak ada output apa-apa. Jadi, kita sekarang sudah membentuk tim percepatan pemanfaatan Pasar Anggana,” kata dia.
Ia menjelaskan, pembentukan tim tersebut menjadi bagian dari persiapan untuk mempercepat pengoperasian pasar.
Pihaknya berharap seluruh persiapan dapat diselesaikan sehingga pasar bisa mulai dimanfaatkan masyarakat sesuai target.
“Untuk tahun ini target kita bisa dioperasionalkan. Paling tidak di awal tahun Januari sudah bisa kita resmikan,” sebutnya.
Menurutnya, keberadaan Pasar Anggana memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan perdagangan sekaligus menata aktivitas jual beli di wilayah tersebut.
Selama ini, sejumlah pedagang masih berjualan di pinggir jalan sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas, terutama pada pagi hari.
Aktivitas tersebut bahkan kerap memicu kemacetan di beberapa titik ketika masyarakat mulai beraktivitas.
Karena itu, pemanfaatan pasar diharapkan menjadi solusi dengan memusatkan kegiatan perdagangan di lokasi yang telah disediakan.
Para pedagang yang selama ini berjualan di pinggir jalan nantinya akan diarahkan untuk menempati pasar.
Selain membuat aktivitas perdagangan lebih tertata, langkah tersebut diharapkan memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan pengguna jalan.
“Warga-warga yang berjualan itu kita akan pindahkan ke pasar supaya memperlancar pertama proses jalan dan pasti kami yakin untuk perekonomian juga nantinya akan bangkit, harapkan seperti itu,” ungkapnya.
Ia berharap, pengoperasian pasar dapat memberikan manfaat bagi pedagang maupun masyarakat sekitar.
Dengan aktivitas jual beli yang lebih terpusat, pasar tersebut diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi warga sekaligus menciptakan ketertiban lalu lintas di Kecamatan Anggana.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Burhanuddin, menekankan pentingnya penataan pengelolaan pasar sebelum aktivitas perdagangan berjalan.
Pembangunan pasar Anggana tersebut sebelumnya telah dilaksanakan oleh Disperindag Kukar, sehingga pemanfaatannya perlu disertai pengaturan yang jelas.
Menurutnya, pendataan pedagang menjadi salah satu langkah awal yang perlu dilakukan untuk memastikan penggunaan pasar berjalan tertib.
Pendataan tersebut juga diperlukan untuk mengetahui siapa saja yang akan menempati lapak dan menjalankan aktivitas perdagangan di dalamnya.
“Saya harapkan aktivitas ekonomi di sana bisa mulai ditata. Untuk sistem pengelolaan dan penggunaan pasar, silakan dilakukan pendataan kembali, termasuk siapa saja yang akan berjualan di sana,” kata dia.
Ia menyebut, koordinasi dengan pihak terkait akan terus dilakukan mengingat pasar tersebut merupakan aset pemerintah daerah, baik berupa lahan maupun bangunan.
Dengan pengelolaan yang terarah, fasilitas yang telah dibangun diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menegaskan, pengoperasian pasar perlu menjadi perhatian utama agar fasilitas tersebut segera digunakan untuk aktivitas perdagangan.
Sementara itu, berbagai persoalan teknis, termasuk mekanisme retribusi, dapat dibahas lebih lanjut setelah pasar mulai dimanfaatkan.
“Yang penting bagaimana supaya itu digunakan dan dimanfaatkan dulu. Persoalan retribusi dan hal lainnya nanti bisa dibicarakan kembali,” pungkasnya. (Adv/Kriz)




