2.500 Kontingen Dilepas, Kukar Incar Prestasi Terbaik di 5 Ajang Olahraga Kaltim
Oleh Admin3 menit baca269 dibaca

KUKAR, POSKOTAKALTIMNEWS : Kekuatan besar disiapkan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk menghadapi persaingan olahraga tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 2026.
Sebanyak 2.500 atlet, kontingen, dan pendamping resmi dilepas untuk mengikuti lima ajang olahraga yang berlangsung sepanjang November mendatang, yakni Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII, Porprov IV Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) V, Festival Olahraga Rekreasi Daerah (Forda) II, serta Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Kaltim 2026.
Dengan persiapan yang telah dilakukan, Pemkab Kukar tidak sekadar menargetkan keikutsertaan, tetapi juga membidik gelar juara umum di seluruh ajang yang diikuti.
Pelepasan kontingen berlangsung di Arbizz Space, Tenggarong, Jumat (30/10/2026) malam.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri bersama Wakil Bupati, Rendi Solihin melepas langsung para peserta yang akan membawa nama daerah dalam berbagai cabang olahraga dan kategori pertandingan.
Seluruh kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada November tersebut menjadi kesempatan bagi atlet dan peserta Kukar untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperjuangkan prestasi di bidang masing-masing.
Bupati Aulia mengatakan, pemerintah daerah menaruh harapan besar terhadap seluruh kontingen yang diberangkatkan.
Optimisme itu didasarkan pada proses persiapan yang telah berjalan cukup panjang, termasuk kesiapan atlet yang sebelumnya telah dipantau secara langsung.
Ia berharap hasil latihan dan pembinaan selama ini dapat ditunjukkan melalui penampilan maksimal ketika menghadapi lawan dari kabupaten/kota lain.
"Kami berharap dengan persiapan yang telah dilakukan oleh teman-teman atlet Kukar, yang sudah kami lihat secara langsung, semuanya sudah sangat matang. Kami yakin dan percaya Kukar bisa menjadi juara umum di seluruh ajang yang telah saya sebutkan tadi," ujarnya.
Di tengah target prestasi yang dipasang, perhatian pemerintah daerah tidak hanya tertuju pada kesiapan teknis dan kemampuan atlet.

Kepastian mengenai penghargaan bagi mereka yang berhasil meraih medali juga menjadi bagian penting menjelang keberangkatan kontingen.
Ia memastikan keterbatasan kondisi keuangan daerah tidak menjadi alasan untuk mengurangi komitmen pemerintah dalam memberikan bonus atas prestasi yang diraih.
Ia menyampaikan, besaran bonus yang disiapkan minimal akan mengacu pada nominal periode sebelumnya.
Bahkan, kata dia, Pemkab Kukar membuka peluang untuk menyamakan nilai penghargaan apabila terdapat kabupaten/kota lain yang memberikan bonus lebih tinggi.
Kebijakan tersebut nantinya akan dibicarakan bersama para ketua cabang olahraga.
"Sebagai gambaran, pada Porprov sebelumnya bonus untuk peraih medali emas sebesar Rp50 juta. Nantinya, hal ini akan kita diskusikan bersama para ketua organisasi olahraga. Yang pasti, kami menginginkan agar persoalan bonus tidak menjadi penghalang bagi atlet-atlet kita untuk berprestasi," tegasnya.
Ia juga menaruh perhatian terhadap informasi yang berkembang mengenai kemungkinan bonus atlet mengalami pengurangan, terlambat disalurkan, bahkan tidak diberikan akibat kondisi keuangan daerah.
Menurutnya, isu semacam itu tidak boleh berkembang menjadi beban bagi atlet yang tengah mempersiapkan diri menghadapi pertandingan.
Pemerintah ingin memastikan para peserta berangkat dengan keyakinan dan dapat mencurahkan seluruh kemampuan untuk meraih hasil terbaik.
Penegasan mengenai bonus tersebut kembali disampaikan Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin.
Ia meminta seluruh atlet tidak meragukan komitmen pemerintah daerah karena penghargaan atas prestasi tetap masuk dalam prioritas.
Ia juga menegaskan bahwa isu efisiensi maupun persoalan keterlambatan pembayaran dan penyaluran anggaran tidak akan menjadi alasan untuk mengurangi bonus atlet.
"Jangan ragu terhadap bonus yang akan diberikan. Percaya, Kukar akan terus menyala dan berjaya di mana-mana. Kami pastikan bonus untuk para atlet tidak akan terpotong atau terpengaruh oleh isu efisiensi maupun keterlambatan pembayaran dan penyaluran anggaran. Kami pastikan bonus atlet tetap menjadi prioritas," ungkapnya.
Selain memberikan kepastian mengenai bonus, ia juga melihat pelaksanaan lima kejuaraan dalam waktu bersamaan sebagai tantangan besar bagi seluruh daerah peserta.
Menurutnya, mengikuti seluruh ajang tersebut membutuhkan kesiapan yang tidak sederhana.
Setiap kontingen harus mengatur berbagai kebutuhan dalam waktu berdekatan, mulai dari perlengkapan pertandingan, pakaian resmi, hingga keseragaman atribut yang akan digunakan para peserta.
Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu keuntungan bagi Kukar karena persiapan telah dilakukan sejak cukup lama.
Ia optimistis kesiapan yang dibangun lebih awal dapat membantu kontingen menghadapi padatnya agenda kompetisi.
Ia juga menilai tidak mudah bagi daerah lain untuk mempersiapkan kebutuhan lima kejuaraan secara bersamaan.
"Saya yakin tidak mudah bagi kabupaten/kota lain untuk mengikuti seluruh kejuaraan tersebut. Cukup berat menyamakan waktu persiapan, mulai dari kesiapan pakaian, warna seragam, hingga berbagai perlengkapan lainnya," pungkasnya. (Kriz)



