Kamis, 5 November 2026
Poskotakaltimnews.com
Iklan

Bukan Hanya Kompetisi Olahraga, PORWADA IV Kaltim Jadi Ruang Mempererat Persaudaraan Wartawan

Oleh Admin4 menit baca277 dibaca

Foto bersama peserta Porwada IV Kaltim 2026. (Doc. PWI Kukar)
Foto bersama peserta Porwada IV Kaltim 2026. (Doc. PWI Kukar)
BagikanWhatsAppFacebookX

BALIKPAPAN, POSKOTAKALTIMNEWS : Di tengah kesibukan mengejar informasi, menyusun berita, hingga memenuhi tenggat pemberitaan, wartawan juga membutuhkan ruang untuk sejenak meninggalkan rutinitas jurnalistik.

Melalui Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) IV Kalimantan Timur (Kaltim) 2026, insan pers dari berbagai kabupaten dan kota berkesempatan berkumpul, berkompetisi, sekaligus mempererat hubungan dalam suasana kebersamaan.

Porwada IV Kaltim 2026 secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Balikpapan, Hasbullah Helmi, di Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, Rabu (4/11/2026).

Lebih dari sekadar pertandingan olahraga, kegiatan ini menjadi ruang untuk membangun komunikasi lintas daerah, memperkuat solidaritas, dan menjaga persaudaraan di tengah keberagaman media serta organisasi kewartawanan.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, Abdurrahman Amin menjelaskan, Porwada merupakan salah satu agenda yang telah dirancang dalam program kerja kepengurusan sejak terpilih pada 2024.

Pelaksanaannya setiap tahun juga menjadi komitmen organisasi dalam membangun kegiatan olahraga sekaligus memperkuat hubungan antarsesama wartawan.

Menurutnya, terdapat dua tujuan utama penyelenggaraan Porwada. Pertama, menjaring atlet potensial untuk dipersiapkan memperkuat kontingen Kaltim pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali.

Kedua, menjadi wadah pertemuan bagi pengurus PWI dan wartawan dari berbagai daerah.

Ia menilai proses persiapan kontingen juga menjadi kesempatan bagi pengurus PWI kabupaten dan kota untuk kembali membangun komunikasi serta merangkul wartawan di wilayah masing-masing.

"Melalui Porwada ini, kita juga bisa melihat bagaimana organisasi PWI di kabupaten dan kota berjalan. Bagaimana ketua PWI mempersiapkan kontingennya, mengumpulkan rekan-rekan wartawan, dan membangun kebersamaan. Proses seperti ini juga menjadi bagian penting dalam memperkuat organisasi di daerah," ungkapnya.

Ia turut mengingatkan bahwa semangat kompetisi harus berjalan beriringan dengan perhatian terhadap keselamatan.

Menurutnya, tidak semua peserta memiliki kemampuan fisik yang sama, sehingga kondisi tubuh harus menjadi pertimbangan sebelum mengikuti pertandingan.

Terlebih, beberapa cabang olahraga seperti futsal, atletik, dan bulu tangkis membutuhkan kesiapan fisik yang baik.

Peserta diminta tidak memaksakan diri apabila kondisi tubuh tidak memungkinkan untuk bertanding.

"Jika kita memiliki prinsip tidak ada berita seharga nyawa, maka kita juga harus memiliki prinsip tidak ada medali seharga nyawa," tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam Porwada tidak terbatas bagi wartawan yang menjadi anggota PWI.

Namun, peserta yang turun bertanding sebagai atlet diwajibkan memiliki sertifikat kompetensi atau telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Sementara itu, Ketua PWI Kota Balikpapan, Debi Aditya, menyampaikan bahwa kegiatan olahraga menjadi kesempatan bagi wartawan untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kesehatan.

Rutinitas jurnalistik yang menuntut mobilitas tinggi membuat kebugaran fisik menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.

Ia berharap Porwada dapat dimanfaatkan seluruh peserta untuk membangun hubungan yang lebih dekat, tanpa menjadikan perbedaan media maupun pandangan sebagai penghalang dalam menjalin persaudaraan.

"Wartawan boleh berbeda media, berbeda pemerintahan, dan berbeda pandangan. Namun, di arena Porwada, kita adalah satu keluarga besar insan pers. Menang adalah prestasi, sportivitas adalah kehormatan, dan persaudaraan adalah tujuan utama," ujarnya.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Kepala Diskominfo Kota Balikpapan, Hasbullah Helmi.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pekerjaan jurnalistik membutuhkan kesiapan fisik dan ketajaman berpikir karena wartawan harus bergerak cepat mengikuti perkembangan informasi sekaligus menjaga ketepatan pemberitaan.

Ia juga menyoroti peran pers dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan daerah.

Karya jurnalistik menjadi salah satu sarana penyampaian informasi mengenai kebijakan dan program pemerintah kepada masyarakat.

Sementara itu, kritik konstruktif dari wartawan dapat menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan pelayanan publik.

"Wartawan yang memiliki kondisi fisik prima dan ketajaman berpikir tentu akan lebih optimal dalam menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, berimbang, dan objektif. Karena itu, kesadaran mengenai pentingnya olahraga perlu terus tumbuh di kalangan insan pers," kata dia.

Kepada seluruh peserta, ia juga berpesan agar setiap pertandingan dijalani dengan menjunjung tinggi kejujuran dan menghormati keputusan selama kompetisi berlangsung.

"Menang dan kalah merupakan hal yang biasa dalam sebuah pertandingan. Namun, persaudaraan dan semangat sportivitas harus tetap menjadi hal yang utama," pesannya.

Sementara itu Ketua PWI Kukar, Andi Wibowo mengatakan, keikutsertaan kontingen Kukar tidak hanya untuk mengikuti kompetisi, tetapi juga menjadi kesempatan mempererat hubungan dengan wartawan dari berbagai kabupaten/kota di Kaltim. Dan Kali ini PWI Kukar menurunkan 41 atlet yang akan bertanding di 10 cabor.

Menurutnya, kesibukan dalam menjalankan tugas jurnalistik sering kali membuat wartawan memiliki keterbatasan waktu untuk berkumpul.  Karena itu, Porwada menjadi momentum yang baik untuk membangun kembali kedekatan dan kebersamaan antarsesama insan pers.

"Kami berharap melalui Porwada ini, hubungan antar wartawan semakin dekat. Bukan hanya bertemu saat menjalankan tugas jurnalistik, tetapi juga bisa saling mengenal dan menjalin silaturahmi melalui kegiatan seperti ini," ujarnya.

Ia juga berharap 41 anggota kontingen Kukar dapat mengikuti seluruh pertandingan dengan baik, menjaga kesehatan, serta menunjukkan kemampuan terbaik pada masing-masing cabang olahraga.

"Untuk seluruh atlet Kukar, tetap jaga semangat dan kekompakan. Berikan kemampuan terbaik dalam setiap pertandingan. Kami tentu berharap ada prestasi yang bisa dibawa pulang, tetapi yang tidak kalah penting adalah menjaga sportivitas dan kebersamaan," kata dia.

Ia berharap Porwada dapat menjadi ruang untuk memperkuat persatuan wartawan di Kaltim, meskipun berasal dari media dan daerah yang berbeda.

"Semoga melalui Porwada ini, kita semakin kompak dan saling mengenal satu sama lain. Jangan ada sekat di antara kita hanya karena perbedaan media atau daerah. Kita semua saudara dalam satu profesi. Mari jaga kebersamaan dan terus saling mendukung," tutupnya. (Kriz)

BagikanWhatsAppFacebookX