Kutim Dukung Penurunan Emisi
Oleh Admin2 menit baca4.845 dibaca

(Kegiatan FPIC/Padiatapa Tahap II dalam rangka pengambilan persetujuan dari Desa)
SANGATTA- Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sangat dukung pelaksanaan Free, Prior, Informed and Consent, (FPIC/Padiatapa (Persetujuan Atas Dasar Informasi di Awal Tanpa Paksaan) Tahap II Dalam Rangka Pengambilan Persetujuan dari Desa Untuk mendukung Program FCPC-Carbon Fund pada desa/kampung di Provinsi Kaltim.
Hal itu disampaikan Pjs Bupati Kutim HM.Jauhar Efendi saat menghadiri sekaligus membuka kegiatan pelaksanaan FPIC/Padiatapa Tahap II Dalam Rangka Pengambilan Persetujuan dari Desa Untuk mendukung Program FCPC-Carbon Fund pada desa/kampung di Provinsi Kaltim, yang digelar di Hotel Royal Victoria Sangatta, Selasa (24/11/2020).
Jauhar mengatakan pengambilan persetujuan dari desa untuk mendukung program FCPC-Carbon Fund yang ada di desa atau kampung di Provinsi Kaltim dan khususnya di Kabupaten Kutai Timur,
sangat penting, dan menjadi isu global yang persoalan perubahan iklim, kalau tidak antisipasi jauh-jauh hari maka nanti ini akan menjadi bencana bencana bukan hanya untuk Kaltim tapi untuk Indonesia.
" Program ini sangat penting dalam penurunan emisi karena sesungguhnya kita tidak boleh lepas dari lingkungan, oleh karena itu program ini sangat membantu dalam kemajuan pembagunan di desa, alangkah indahnya kalau kita sehat apa udara bersih, karena masyaakat selalu menjaga kelestarian lingkungan," kata Jauhar.
Jauhar mengatakan dukungan dan komitmen pemerintah desa di Kutim dalam mendulung program FCPC-Carbon Fund, ditandai dengan penandatanganan persetujuan dari desa yang dilakukan perwakilan dari Kades Karangan Seberang Kecamatan Karangan dan Kepala Adat Desa Benhes Kecamatan Muara Wahau.
" Kita harapkan semua perwakilan 19 desa yang mengikuti kegiatan ini nantinya ikut menandatangani Padiatapa Tahap II Dalam Rangka Pengambilan Persetujuan dari Desa Untuk mendukung Program FCPC-Carbon Fund pada desa/kampung di Provinsi Kaltim," tandasnya.
Jauhar menambahkan, kalau masyarakat desa dapat berpartisipasi dalam penurunan emisi dengann selalu menjaga kondisi lingkungan dengan baik, selain menjaga kelestarian hutan di desa-desa, masyarakat desa nantinya juga mendapat hadiah (reward).
" Kalau kita nanti berhasil menurunkan emisi 22 juta ton atau 30 juta ton, maka kita mendapat imbalan dana yang angkanya cukup besar, oleh karena itu diminta kepada pemerintah desa untuk komitmen dalam melaksanakan program FCPC Carbon Fund," pesan Jauhar.
Usai pembukaan, Jauhar Efendi didampingi dari perwakilan KLH dan DDPI menyaksikan penandatanganan persetujuan pelaksanaan program FCPC Carbon Fund di Kutim, oleh kepala Desa Karangan seberang Kecamatan Karangan A. Muzahid dan Kepala Adat Desa Benhes Kecamatan Muara Wahau Lejiebe Leang Song.(mar/poskotakaltimnews.com)



