Rabu, 28 Oktober 2026
Poskotakaltimnews.com

Harga Pertamax Turbo dan Dexlite Melonjak

Oleh Admin3 menit baca3.860 dibaca

Harga Pertamax Turbo dan Dexlite Melonjak
BagikanWhatsAppFacebookX

SPBU

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG REDEB- PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai 12 Februari 2022. Kenaikan harga BBM Pertamina berlaku untuk jenis Pertamax Turbo (RON 98), Pertamina Dex (CN 53), dan Dexlite (CN 51).

Area Manager Communication, Relations, and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Susanto August Satria, menerangkan, kenaikan harga tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 62/K/12/MEM/2020 Tentang Formulasi Harga Jenis Bahan Bakar Umum.

Harga minyak Indonesia Crude Price (ICP) per Januari 2022 mencapai 85 USD / barel atau mengalami kenaikan sekitar 17 persen dari harga ICP per Desember 2021. Hal itulah yang turut memicu kenaikan bahan bakar non subsidi tersebut di setiap wilayah. Kisaran harga dapat naik sebesar Rp.1.500 - Rp.2.650 per liter.

"Sehingga, harus dilakukan penyesuaian harga untuk bahan bakar khusus yang bukan subsidi, yakni Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite, itu berlaku di wilayah Kalimantan juga,"ucapnya (14/2/22).

Satria mengatakan, kenaikan harga untuk 3 jenis bahan bakar khusus ini bergantung dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) di setiap daerah. Seperti di Kalimantan Timur, harga bahan bakar tersebut jauh lebih tinggi dikarenakan besarannya lebih dari 5 persen.

"Besaran PBBKB di setiap wilayah itu berbeda. Misalnya, untuk wilayah DKI Jakarta dengan PBBKB 5 persen, sehingga harga untuk Pertamax Turbo Rp. 13.500, Pertamina Dex Rp. 13.200, dan Dexlite Rp. 12.150 per liter," terangnya.

Adapun besaran harga BBM non subsidi di regional Kalimantan Timur, termasuk Kabupaten Berau, untuk Pertamax Turbo dari harga Rp.12.200 / liter, naik menjadi Rp.13.750 / liter; Pertamina Dex dari harga Rp. 11.350 / liter, naik menjadi Rp. 13.450 / liter, dan Dexlite dari harga Rp. 9.700 / liter, naik menjadi Rp. 12.400 / liter.

Akan tetapi, Satria menambahkan, penyesuaian harga Pertamax Turbo bersama Dex Series masih yang paling kompetitif jika dibandingkan dengan produk yang kualitasnya setara, seperti Pertamax Turbo (RON 98), Pertamina Dex (CN 53), dan Dexlite (CN 51)

"Apabila dibandingkan produk yang lain,series ini yang paling kompetitif dengan nilai oktan yang tinggi," tambahnya.

Lebih lanjut, Satria menjelaskan kenaikan harga BBM ini tidak berlaku untuk BBM subsidi seperti Pertamax, Solar, dan Pertalite. Harga bahan bakar tersebut masih sama di setiap pengilangan minyak.

"Untuk BBM Subsidi harganya masih tetap sama kisaran Rp. 7.850 - Rp. 9.200 per liter," tambahnya.

Salah satu stasiun pengisian BBM yang menyediakan Pertamax Turbo, di Jalan HARM Ayoeb, Kecamatan Gunung Tabur, mengatakan besaran harga BBM non subsidi itu sudah diberlakukan. Namun, dirinya mengaku, pihak stasiun belum menerima stok bahan bakar khusus itu sejak beberapa hari lalu.

Hal itu diungkapkan oleh petugas SPBU HARM Ayoeb Gunung Tabur, Dzikri.

"Lagi kosong belum ada pengisian sejak tiga hari ini, kalau pun ada biasanya pengendara juga lebih banyak mengisi Pertamax atau Pertalite," ungkapnya.

Sementara itu, untuk bahan bakar Dexlite, dikatakan Dzikri, banyak digunakan oleh pengendara sebagai bahan bakar kendaraan diesel.

Beberapa truck dan mobil bermesin diesel masih sering memanfaatkan bahan bakar tersebut. Sedangkan, untuk bahan bakar Pertamina Dex tidak dijual di stasiun tersebut.

"Kalau untuk Dexlite beberapa ada yang beli, meskipun kebanyakan mereka lari ke Solar eceran karena harga yang terjangkau. Sedangkan, Pertamina Dex belum ada di setiap stasiun," katanya.

Mengenai kenaikan harga untuk Pertamax Turbo dan Dexlite, Dzikri mengatakan, tidak menutup kemungkinan pengendara tetap menggunakan bahan bakar tersebut.

Dari segi kualitas dan efektifitas, bahan bakar tersebut digadang sangat baik untuk perawatan kendaraan dan jarak tempuh yang irit.

"Karena oktannya tinggi, jadi pembakarannya juga bagus dan sempurna, tidak menimbulkan kerak,"tutupnya.(sep)

BagikanWhatsAppFacebookX