Kaltim Siap Ambil Bagian Program Kegiatan GEF-8
Oleh Admin2 menit baca2.697 dibaca

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni memimpin rapat
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni memimpin rapat tindak lanjut kegiatan Global Environment Facility (GEF-8) National Dialogue Indonesia (NDI) yang sebelumnya dilaksanakan di The Westin Resort Nusa Dua, ITDC, Kawasan Pariwisata, Nusa Dua Bali, bulan Januari lalu.
Kegiatan tindak lanjut GEF-8 yang dilaksanakan di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim di hadiri Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekdaprov Klatim Ujang Rachmad, Kepala Dinas Kehutahan Kaltim Joko Istanto, Kepala DLH Kaltim Ence Achmad Rafiddin, Plt Kadis Perkebunan Kaltim Asmirilda, Sekretaris DPTPH Kaltim Rini Susilawati, Perwakilan Bappeda, Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) Kaltim, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan. Jumat (3/2/2023)
Sri Wahyuni menjelaskan Global Environment Facility (GEF) merupakan mekanisme pendanaan global yang bertujuan untuk membantu negara-negara pihak dalam melaksanakan komitmen konvensi lingkungan global, dan saat ini sudah masuk putaran 8, yang dimulai 2022-2026.
“Dengan kegiatan GEF-8, Pemerintah daerah diharapkan memberikan masukan-masukan terkait dengan usulan kegiatan yang bisa nanti didanai lewat GEF-8, melalui kementerian LHK, dan ini dana tersebasar dari luar untuk pengelolaan lingkungan terkait dengan pengurangan emisi karbon,” kata Sri Wahyuni usai memimpin rapat.
Ketika nanti usulan usulan yang disampaikan itu memadai, lanjut Sri dan sesuai dengan kreteria yang ditetapkan dan sesuai focal area (Biodiversity, climate shange mitigation, land degeadation, international waters dan chemical and waste) dan integrated programnya ada 10, maka sekretariat GEF-8 nantinya akan menugaskan satu dari 18 agensi yang sudah bekerjama dengan GEF-8, untuk memperkuat dan menindaklanjuti melaksanakan kegiatan-kegiatan GEF-8.
“Sebelum kita nanti berhadapan dengan pertemuan dalam rangka tindak lanjut kegiatan GEF-8, kita telah mengumpulkan kepala dinas terkait, sekaligus kita menjaring apa saja topik yang kita usulkan, dan topik yang kita usulkan sesuai dengan rencana pembangunan daerah kita, karena ini sampai 2026, itu artinya harus be irisan dan bersinergi dengan RPD kita, jadi mana yang tujuan sasaran RPD itu yang menjadi topik yang diambil disingkronkan dengan focal area atau integrated program GEF-8,”paparnya.
Dalam pertemuan pertama tindak lanjut kegiatan GEF-8 tadi, lanjut Sri sudah ada beberapa rencana usulan dan masukan yang akan disampaikan, diantara bagaimana pengembangan gender, pengembangan SDA, mitigasi kemudian energi baru terbarukan, dan isu tersebut sudah ada pada RDP, tetpi juga ada pada program kegiatan GEF-8.
“Kita juga
bekerjasama dengan DDPI, terkait dengan mitigasi, teramsuk masukan dari dinas
badan terkait dilingkup Provinsi Kaltim,
bahkan DDPI akan menyiapkan usulan untuk Kaltim bisa menjadi lokos GEF-8 melalui System for Transparent Allocation of
Resources (STAR), dan minggu kedua Februari
gambarannya sudah kita punya usulan-usulan terpilih yang menjadi topik
Kaltim yang bisa dipertimbangkan menjadi bagian darim program GET-8,” kata Sri
Wahyuni.(mar)



