Kasus Stunting Kukar Capai 17,64 Persen, Pemerintah Upayakan Penurunan
Oleh Admin1 menit baca2.655 dibaca

Sekda Sunggono
POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR- Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terus berupaya menurunkan angka stunting.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar H Sunggono mengatakan, dalam menangani persoalan stunting di Kukar, perlu lakukan studi ke Kota Sumedang, yang sudah berhasil lakukan penurunan, dan bisa dijadikan role modele dalam penanganan stunting.
"Kami juga diminta untuk menyusun konsep, seperti apa peran para pihak atau stakeholder untuk bisa berpartisipasi, dalam pengurangan angka stunting di Kukar," kata H Sunggono kepada Poskotakaltimnews usai Rakordal, di Bappeda Kukar, Rabu (8/2/2023).
Ia juga menyebutkan, jumlah kasus stunting di Kukar angkanya masih fluktuatif, bisa dilihat dari ketika pandemi Covid-19 angka stunting turun, namun pasca pandemi Covid-19 ada kenaikan.
"Kalau persentasenya kasus stunting di Kukar sekitar 17 persen, ini bisa fluktuatif (naik-turun), hal itu dipengaruhi karena ada yang datang ke posyandu untuk memeriksakan kesehatan kandungan maupun anaknya, ada juga yang tidak mau datang, ketika pasca pandemi banyak yang datang," sebutnya.
Stunting sangat mempengaruhi kualitas Sumber Daya Manusia, maka dari itu hal ini menjadi perhatian bersama, dan kerjasama yang baik, baik dari stakeholder, maupun masyarakat, sehingga masalah stunting bisa dilakukan pencegahan.
Sementara berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kukar bahwa, per akhir 2022 lalu kasus stunting di Kukar mencapai 17,64 pesen, diperkirakan sekitar 3000 jiwa yang mengalami stunting.
Sedangkan pada 2021 lalu ke 2022 terkait kasus stunting di Kukar terjadi peningkatan, namun tidak jauh berbeda angkanya, peningkatan tersebut tidak sampai 1 persen. Penyebab terjadinya stunting karena kurangnya partisipasi masyarakat, terhadap kesehatan bayi baik dalam kandungan maupun setelah melahirkan.
Sedangkan wilayah yang banyak alami kasus stunting ialah, wilayah Kukar bagian Hulu, dan Pesisir. Maka dari itu diharapkan semua stakeholder turut berperan, agar masyarakat juga turut berpartisipasi untuk memeriksakan kesehatan bayinya.(riz)



