Sekda Berharap Destinasi MICE Masuk COE Kaltim 2024
Oleh Admin2 menit baca2.483 dibaca

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni berharap kepada jajaran Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim dalam pelaksananaan Calender of Event (COE) 2024 mendatang, selain even Seni, Budaya, Olahraga dan even Karnaval, kiranya juga bisa memasukan Destinasi MICE (meetings, inventions, conferences, dan exhibitions).
“Untuk beberapa daerah ditanah air sudah memasukan destinasi MICE ke dalam calender event mereka, oleh karena itu tidak ada salahnya kita juga memasukannya pada COE Provinsi Kaltim tahun 2024 mendatang,”pinta Sri Wahyuni saat meluncurkan Calender Of Event Provinsi Kaltim 2023, di Mahakam 3 Upper Ground Floor, Bigmall Samarinda, akhir pekan lalu.
Menurut Mantan Kepala Dinas Pariwisata Kaltim itu mengatakan peran destinasi MICE sangat strategis untuk menangkap peluang-peluang dan potensi pergerakan jumlah wisatawan yang secara nasional maupun internasional sangat besar. Dan Kaltim memiliki destina MICE, seperti beberapa pulau di Berau, Beras Basah di Bontang, Teluk Balikpapan, Sungai Mahakam Samarinda, serta destinasi-destinasi didaera lainnya.
“Oleh karena itu, bagaimana cara kita mengundang pelaku pariwisata Asean untuk meeting di pulau-pulau di Berau atau melakukan meeting menggunakan kapal di Sungai Mahakam, menyusuri teluk Balikpapan dengan kapal Quen Orca ataupun di Maratua, Derawan, Sangalaki di Berau, kita coba sekala kecil misalkan 25 orang untuk international, mereka kita ajak melakukan meeting diatas kapal, sehingga secara tidak langsung mereka bisa melihat potensi destinasi yang kita miliki ,” paparnya.
Pada bulan Juli mendatang, kata Sri Wahyuni, Provinsi Kaltim menjadi tuan rumah penyelenggara Organization Islamic Cooperation Culture Activity (OICCA), yanga akan dilaksanakan di Kota Samarinda, Tenggarong, dan Balikpapan. organisasi Islam Cooperation yang berpusat di Jeddah akan menyelenggarakan konfrensi dari perwakilan 54 Negara akan datang ke kaltim mereka akan bertemu dengan penggiat- penggiat usaha muda dan kelompok pemberdayaan perempuan mereka akan sharing untuk masyarakat kaltim.
“Kehadirkan perwakilan 54 negara yang akan berkunjung ke Kaltim, kita harapkan bisa menjadi pemicu bagi kita, untuk mengawinkan event yang masuk agenda COE dengan destinasi MICE, artinya sekali dayung dua pulau terlampaui,” kata Sri Wahyuni.
Untuk mengelola dan
mendorong kunjungan wisatawan ke Kaltim, lanjut Sri Wahyuni, tentu tidak bisa
dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan perlu dukungan semua pihak,
termasuk kepala pemerintah daerah untuk
bersama-sama memikirkan desain dan mengkonsepnya secara maksimal, termasuk
dukungan dan kontribusi pelaku industri
pariwisata.(mar)



