Pemkab Kukar Dukung Target Penurunan Stunting Nasional 14 Persen di 2024
Kabid
Sosial Budaya Gamal Abdul Aziz
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUTAI KARTANEGARA-
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mendukung target nasional terkait dengan
penanganan dan penurunan kasus stunting. Di Kukar sendiri kasus stunting masih
tinggi, sekitar 16 persen.
Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (Bappeda) Kukar melalui Kabid Sosial Budaya Gamal Abdul Aziz mengatakan,
target nasional terhadap penurunan stunting pada 2024 yakni mencapai 14 persen.
Pemkab Kukar terus berupaya dalam penanganan stunting.
"Tahun ini pada Perubahan APBD kita
mengalokasikan sekitar Rp 166 miliar, yang tersebar di beberapa Organisasi
Perangkat Daerah (OPD)," kata Gamal Abdul Aziz kepada Poskotalaltimnews,
di ruang kerjanya, Rabu (30/8/2023).
Ia menyebutkan, upaya tersebut diantaranya
dengan melakukan kegiatan gemar makan ikan, pembagian telur, ikan dan daging,
hingga aksi pangan daerah gizi.
"Kita juga akan mengoptimalkan Ragapantas,
hal itu dilakukan supaya pertumbuhan perkembangan anak akibat kurang gizi bisa
ditangani dengan baik," tuturnya.
Menurutnya, kasus stunting di Kukar tersebar,
yang mengetahui kasus stunting maupun gejala stunting yakni di Dinas KB atau
Posyandu.
"Kalau versi kesehatan stunting ini
penyakit, cuma kadang tidak bisa dipastikan, karena masih banyak juga sifatnya
yang gejala," sebutnya.
Kata dia, penanganan stunting di Kukar juga
dilakukan oleh pejabat Eselon III atau Kepala Organisasi Perangkat Daerah.
Mereka diwajibkan mengasuh minimal 5 anak yang terkena stunting atau gejala
stunting.
"Jadi tugasnya nanti itu mereka
memberikan susu formula atau support makanan yang bergizi kepada anak anak yang
ada didaftar stunting," ungkapnya.
Dirinya berharap,
kasus stunting di Kukar bisa teratasi dengan baik, karena penyakit ini bisa
disembuhkan, sehingga generasi di Kukar memiliki pertumbuhan yang baik dan
cerdas.(riz/adv)