Gedung SMPN 1 Tenggarong 2 Tahun Mangkrak
TENGGARONG, SMPN 1
Tenggarong merupakan sekolah favorit dan sering mencetak siswa berpretasi,
ironisnya selama 2 tahun ini para peserta didik SMPN 1 Tenggarong masih
menumpang untuk melakukan Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di gedung SMKN
2 Tenggarong.
Hal itu karena gedung
SMPN 1 Tengarong yang terletak di Jalan Ki Hajar Dewantara sudah lama diratakan
untuk dibangunkan gedung baru, namun hingga jelang akhir tahun 2017,
pembangunan gedung SMPN 1 belum juga tampak.
Kepala Sekolah SMPN 1
Tenggarong, Mustangirun mengatakan, semenjak gedung SMPN 1 Tenggarong di
ratakan sampai menjelang akhir tahun 2017 ini kegitan dilapangan vakum, hampir
tidak ada kegiatan,
“Kami juga merasa tidak
enak sudah menumpang di SMKN 2 Tenggarong ini selam 2 tahun, Kami berharap
dalam waktu 1-2 tahun ke depan, gedung SMPN 1 Tenggarong ini bisa dibangun dan
ditempati,” tuturnya.
Mustangirung mengaku,
selama ini proses belajar mengajar berjalan seperti biasa sesuai jadwal
yang dibuat Wakil Kepala Kurikulum hanya sanya ada kendalanya, seluruh murid
SMPN 1 Tenggarong melakukan KBM pada siang hari sehingga jam pelajaran terpaksa
dikurangi,
“Kalau waktu masuk pagi
dulu, satu jam pelajaran memakan waktu 40 menit, sekarang dikurangi jadi
30 menit, itupun kita siasati untuk mata pelajaran Penjaskes terpaksa
dilaksanakan pagi hari, kalau olahraga digelar sore kami malah kesulitan karena
lapangannya agak jauh tempatnya dari lokasi sekolah yang kami tumpangi ini,”
jelasnya.
Walaupun jam
pelajarannya dikurangi, murid SMPN 1 Tenggarong tetap memiliki prestasi
akademik yang membanggakan. Hasil Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)
kemarin mencatat 6 murid SMPN 1 Tenggarong masuk 10 besar peraih nilai UNBK
tertinggi se-Kukar. Saat ini jumlah murid SMPN 1 Tenggarong mencapai 876 murid,
terdiri 27 rombongan belajar. Sehingga murid SMPN 1 Tenggarong meminjam 27
ruang kelas milik SMKN 2 Tenggarong. Mereka masuk siang mulai pukul
13.30-17.30. Kondisi murid SMPN 1 Tenggarong yang menumpang belajar di gedung
SMKN 2 Tenggarong ini juga kerap dikeluhkan orangtua murid.
“Banyak orangtua murid SMPN 1 mengeluh karena sampai sekarang anak mereka masih menumpang gedung di SMKN 2 Tenggarong. Bahkan, anggota dewan belum lama ini juga berkunjung ke SMKN 2
Tenggarong untuk mendengarkan langsung keluhan murid, orangtua dan guru,”
ujarnya.
Sesuai Undang-Undang
Sisdiknas, Mustangirun mengingatkan, di mana alokasi anggaran pendidikan. 20
persen dari APBN. Mudahan Pemkab Kukar betul-betul mengalokasikan dana 20
persen untuk pendidikan, termasuk pembangunan gedung SMPN 1 Tenggarong.
“Seandainya anggaran 20
persen betul-betul dialokasikan, maka gedung SMPN 1 Tenggarong sudah terbangun,
semoga target Disdikbud Kukar untuk menempati gedung baru SMPN 1 Tenggarong
pada 2019 bisa terealisasi,” pungkasnya. aji/poskotakaltimnews.com