Pentingnya Peran Kesehatan dalam Pembangunan

img


POSKOTAKALTIMNEWS.COM,BALIKPAPAN-Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik mengatakan,  transformasi kesehatan merupakan satu langkah strategis dalam membangun fondasi yang kokoh bagi kemajuan bangsa. Sebuah bangsa yang sehat adalah pondasi yang tangguh untuk mencapai cita-cita bersama.

“Dalam menghadapi tantangan zaman, kita tidak bisa mengabaikan pentingnya peran kesehatan dalam pembangunan. Oleh karena itu, perlu adanya transformasi kesehatan yang holistik dan berkelanjutan. Transformasi ini tidak hanya mencakup aspek penyembuhan penyakit, tetapi juga pencegahan, promosi kesehatan, dan peningkatan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas,” terang Akmal Malik saat melaunching Program Program Vaksin DBD dan Deteksi Dini Kanker Serviks melalui Pemeriksaan Urine dengan Metode PCR HPV-DNA,  bertempat di Gedung Kesenian Kota Balikpapan, Minggu (12/11/2023)

 Karena itu, lanjut Akmal Malik  harus dapat mengaplikasikan apa yang telah Pemerintah sampaikan melalui Amanat Menteri Kesehatan RI dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-59 tahun 2023 ini. Berbagai pilar yang telah dijelaskan tadi harus dapat kita suguhkan kepada seluruh masyarakat kalimantan timur sehingga dapat terciptanya pelayanan kesehatan yang paripurna kepada masyarakat.

“Saya yakin,  Kota Balikpapan bersama daerah lainnya di Kaltim telah dan akan terus berkomitmen untuk melakukan perubahan yang lebih baik lagi dalam sektor kesehatan termasuk mendukung keberlanjutan IKN di Kaltim. Upaya penguatan kesehatan tersebut harus dapat dilakukan melalui peningkatan fasilitas kesehatan, pelatihan tenaga medis, serta program-program inovatif yang mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat,” tandasnya.

Bidang kesehatan, sambung Akmal Malik  tidak lupa juga selalu berbicara stunting, Pemerintah Pusat memiliki target tingkat stunting secara nasional pada tahun 2024 dapat berada di bawah 14 persen. Ini juga  harus di dukung secara masif dan baik.

Dan berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 & 2022 dari Kementerian Kesehatan merilis data prevalensi balita stunting di Kabupaten/Kota Se-Kaltim, kasus stunting di Kalimantan Timur mengalami kenaikan sebesar 23,9% pada 2022 dari yang sebelumnya pada 2021 sebesar 22,8%.

“Saya berharap dalam rangka Percepatan Aksi Nasional penurunan stunting di Provinsi Kalimantan Timur agar mampu menurunkan prevalensi stunting menjadi 12,83% pada tahun 2024 nanti,” ujarnya.

Akmal Malik  juga  menghimbau kepada elemen masyarakat  semua dan juga kepada seluruh bupati/walikota se-Kaltim agar dapat mengoptimalkan peran TPPS di berbagai level mulai dari TPPS kabupaten/kota, TPPS kecamatan, TPPS kelurahan TPPS desa, sehingga aksi nyata penurunan stunting dapat berjalan terpadu dengan hasil yang maksimal.

“Oleh karena itu, dalam rangka merayakan Hari Kesehatan Nasional ini, marilah kita tingkatkan semangat gotong royong, peduli terhadap lingkungan, dan saling menginspirasi untuk hidup sehat. Melalui usaha bersama, kita akan mampu menciptakan Indonesia yang maju dan sejahtera,” pesan Akmal Malik.(mar)