SDN 002 Tenggarong Raih Peringkat Bintang Keamanan Pangan Kantin Sekolah se-Kaltim

img

TENGGARONG. SDN 002 Tenggarong menambah koleksi penghargaannya dengan menjadi peringkat ke 3 Bintang Keamanan Pangan Kantin Sekolah se Kalimantan Timur (Kaltim) yang diadakan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kaltim.

 

Juniaty. S.Pd Kepala SDN 002 Tenggarong mengatakan, penumbuhan pendidikan karakter di sekolah yang dipimpinnya begitu kental terasa. Mulai dari tersedianya tempat cuci tangan di kantin dan setiap sudut depan kelas. Tersedia juga tempat sampah yang terpisah antara organik dan nonorganik, yang pasti sekolah selalu mendorong kepada seluruh warga sekolah untuk bergotong royong menjaga kebersihan sekolah, baik pada  awal maupun akhir pelajaran.

 

“Semua berkat komunikasi dan sinergi yang baik antara sekolah dengan warga sekolah. Hingga para peserta didik, wali murid nyaman dan sangat terlayani dengan baik di kantin sehat ini dengan Standard Operating Procedur (SOP) yang telah ditetapkan,” katanya.


Sebelumnya Badan POM dalam hal ini melalui Balai Besar POM di Samarinda telah melaksanakan Pelatihan Piagam Bintang Bagi Keamanan Pangan Kantin Sekolah (PBKP-KS) bagi beberapa Sekolah di Kabupaten Kutai Kartanegara.


Juniaty mengakui kekurangan kantin sekolah yang di pimpinya serta menjadi catatan Tim Audit, dari hasil audit SDN 002 memperoleh skore 85,1 dan ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi.


“Kantin sekolah kami tidak ada Plafon hanya memakai kain sebagai hiasan ini menurut mereka (Tim Audit.red) kurang bersih karena bisa saja debu atau kutoran lain menempel di sanan,” jelasnya.

Bukan hanyak kebersihan kantinya saja yang di periksa penjagan kantinya pun di periksa kesehatannya dengan dengan lengkap oleh Tim Audit, bahkan kebershan lingkungan kantin dan perabotannya pun tak luput dari pengawasan, makanan yang di sajikan pastinya tidak boleh mengandung zat berbahaya seperti pengawat, pewarna dan penyedap rasa.


“Sampai pengelola kantinpun tidak di perkenankan memakai cincin saat bertugas alasannya kotoran bisa melekat pada cicin itu, harus mengunakan pakaian khusus memask, sampai tempat cuciannya juga di perhatikan mereka menggunakan sabun apa” terang Ibu Junet begitu sapaan akrabnya.

SDN 002 Tenggarong memang senatiasa mengajarkan kepada peserta didiknya hidup sehat seperti kegiatan rutin yang dilakukan guru dan peserta didik seperti memebersikan lingkungan sekolah, WC, kebersihan kelas masing-masing.


Kebanyakan orang tua dari peserta didik memiliki anggapan anaknya di sekolah disuruh membersihkan WC, menyapu Runag Kelas, Serta Bersih-bersih Lingkungan Sekolah, itu salah

“Kami hanya ingin menanamkan kepada peserta didik pola hidup sehat, cinta terhadap lingkungan agar kelak saat mereka dewasa kebiasaan itu sudah melekat menjadi darah danging untuk mereka mejalani kehidupan sehari-hari, di sini dari anak kelas 6 sampai kelas 1 sudah kami terapkan, seperti itu, dan itu bukan sepenuhnya peserta didik yang melakukannya ada guru yang secara bergantian bertugas menjadi pendamping,’ pungakas Ibu Junet. aji/poskotakaltimnews.com