Bupati Edi Damansyah Berharap Kukar 2025 Zero Stunting

img

(Bupati Kukar Edi Damansyah saat memberikan bantuan upaya tanggap cepat  terkait penanganan stunting/pic:tanty)

POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Mendapat laporan bahwa ditemukan lima anak yang terdeteksi stunting, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah langsung melakukan visiting dan dan intervensi terhadap 5 Balita tersebut. Kelima Balita ini berasal dari Desa Muara Enggelam,Kecamatan Mara Wis.

Dari hasil pengukuran dan penimbangan serentak yang dilakukan di Desa Muara Enggelam ada lima orang yang terdeteksi stunting. Dan pada saat itu dikategorikan memerlukan  penanganan khusus yang harus dibawa ke dokter spesialis anak. Hal tersebut diungkapkan Bupati Kukar Edi Damansyah

“Kemarin Pak Camat bersama pimpinan Puskesmas Mara Wis sudah minta untuk membawa keluarga itu ke Tenggarong. Dan hari ini sudah di Tenggarong. Kelima anak tersebut juga  sudah ditangani oleh dokter spesialis.” ungkap Edi kepada awak media Rabu (3/4/2024) saat meninjau langsung UGD baru di Rumah Sakit AM Parikesit.

Dikatakannya langkah tersebut merupakan gerak cepat Pemerintah Kabupaten Kukar terkait penanganan stunting. Edi menyebutkan perkembangan stunting di Kukar di tahun 2023 dari 27%, kini sudah menurun menjadi 17%.

“Terus kemarin dalam kegiatan pengukuran serentak, penimbangan serentak itu kita dapatkan data sekitar 15 persen. “ kata Edi.

Orang nomor satu di Kukar ini juga mengatakan, Pemkab Kukar telah memetakan daerah yang masuk pada kategori rentan maupun sudah dalam kategori stunting.

“ Jadi sudah terpetakan yang rentan maupun yang sudah stunting dan yang terkait dengan kurang gizi. Jadi data itu nanti akan kami tindak lanjuti secara fokus seperti yang kita lakukan pagi hari ini di Rumah Sakit dan AM Parikesit.” ujarnya.

“ Khusus kecamatan Muara Wis ini kita rencanakan untuk membuat pilot projeknya. Jadi bagaimana penanganan langkah cepat. Karena optimalisasi peran posyandu sudah jalan, tapi jadwal di posyandu itu kan satu bulan sekali.” sambungnya.

Menurutnya dalam penanganan stunting ini banyak pihak yang terlibat, mulai dari orang tua, perangkat desa hingga pemerintah daerah. Edi menegaskam pentingnya edukasi kepada para orang tua. Sehingga langkah-langkah pencegahan stunting dapat maksimal dijalankan.

“Misalkan kita memberikan dan kita memberikan penyelenggaraan, PMT tambahan lokal. Nah itu nanti harus betul-betul sampai kepada keluarganya dan dipastikan anaknya memakan makanan yang sudah diberikan melalui puskesmas dan melalui PKK desa. Nanti kita persiapkan seperti itu.” jelasnya.

Edi juga menyebutkan perlunya langkah-langkah kerja yang konkret. Dirinya tidak ingin adanya oknum-oknum jajaran yang abai dan lalai penanganan stunting di Kukar.

Selain itu dirinya mengucapkan apresiasi serta terima kasih kepada tim TPPS Kukar dalam penangan stunting ini, ia berharap tim TPPS  bersama Pemkab Kukar terus konsisten.

“Harapan saya mungkin 2025 itu saya inginnya zero stunting. Tapi banyak teman-teman dari teknis, sulit, tapi bukan berarti tidak bisa dilakukan. Tapi saya juga meminta peran warga masyarakat, dan para orang tua lebih memperhatikan tumbuh kembang anak-anaknya.“ harap Edi.(adv/tan)